BACA JUGA : Tiga Korban Laka Sudah Pulang, Dua Lainnya Dirawat Intensif di RSUD
Konstruksi jembatan tersebut hanya mengandalkan alas berupa bambu dan ditopang dengan pipa besi serta kayu. Para pengendara harus berhati-hati saat melintas karena di bawah jembatan merupakan Sungai Progo.
Terlebih, tali seling jembatan itu pernah putus karena tidak kuat menahan beban kendaraan.
Karena kondisi itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) akan segera membangun jembatan permanen tahun 2024 mendatang.
Dengan menelan biaya kurang lebih Rp 48 miliar. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah menjelaskan, pemprov akan membangun konstruksi bawah dan pemerintah pusat membangun konstruksi atas. Sedangkan pemerintah daerah bertanggung jawab pada pembebasan lahan.
“(Anggarannya, Red) Rp 48 miliar. Jadi, ini (pembangunan, Red) ada kontribusi dari pemkot dan pemkab,” tutur Ganjar di sela meninjau kondisi jembatan kemarin (8/5).Menurut dia pembangunan jembatan ini mendesak untuk dilakukan dan akan sangat bermanfaat bagi warga.
Karena dengan adanya jembatan permanen, transportasi akan semakin lancar. Mengingat selama ini hanya bisa dilalui roda dua saja. Untuk berpapasan pun, akan membahayakan. Selain itu, harapannya perputaran roda perekonomian masyarakat pun meningkat.
Jembatan ini bakal dibangun dengan panjang 100 meter dan lebar tujuh meter. Dengan begitu, tidak hanya dilalui kendaraan roda dua, tapi juga roda empat. “Sebelah sana akan ada Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Regional dari Pemprov.”imbuh Ganjar.
Dulunya, jembatan itu hanya berupa sesek atau anyaman bambu dibentangkan melewati Sungai Progo. Tapi akhirnya putus karena tidak kuat menopang beban kendaraan. Lantas, jembatan itu diganti dengan alas bambu sekarang masih berfungsi.
AR Hanug Triyomo, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah mengaku, telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait dengan pembebasan lahan yang rampung tahun ini. “Nanti ada bantuan rangka dari Kementerian PUPR.”’ucap Hanung.
Untuk detail engineering design (DED), kata dia, sudah ada. Pihaknya juga harus masih harus menyiapkan pengukuran ulang, menyiapkan anggaran, dan pembangunan yang rencananya dimulai pada 2024 mendatang.
“(Rangkanya, Red) tipe B. Susunannya 0,5 meter, 6 meter, dan 0,5 meter. Nanti ada trotoar kecil,” sebutnya.Sementara itu, Muchamad Nur Aziz, Wali Kota Magelang mengutarakan, pembebasan lahan di Kota Magelang menelan anggaran sebanyak Rp 15 miliar.
Harapannya, dengan pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut, arus kendaraan dari kota maupun kabupaten akan lancar. “Kalau kemarin hanya bisa roda dua, nanti bisa roda empat. Otomatis ekonominya akan berkembang.”jelas dia.
Zaenal Arifin, Bupati Magelang menegaskan, pembangunan jembatan gantung ini tentu membawa angin segar bagi masyarakat kota maupun kabupaten. Mereka bisa mendapat fasilitas lebih baik. Terlebih, tidak sedikit warga kerap berlalu-lalang melewati jembatan itu. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Naila Nihaya/Jawa Pos Radar Jogja
Sumber Berita:Jawa pos radar Jogja
Editor : Safitri