Aksi spontan yang dipimpin oleh ustad tersebut meminta agar polisi memberantas peredaran okerbaya di kampungnya. Sebab, keberadaan lelaki yang menempati rumah sewa itu dianggap meresahkan. Sejak pagi hingga malam, rumah itu kerap dikunjungi remaja dan pemuda. Diduga, mereka membeli okerbaya.
BACA JUGA: Kasus Kiai Fahim, Terdakwa Pencabulan Santri di Jember Mulai Disidangkan
“Kami ingin aparat menindak tegas dan memberantas peredaran narkoba dan okerbaya. Karena aktivitas mereka sangat meresahkan warga,” kata Kahir, tokoh agama yang memimpin warga.
Informasi yang diperoleh, aksi warga ini dipicu aktivitas mencurigakan di rumah yang disewa oleh Edi, pendatang asal luar desa. Warga menengarai, semenjak kedatangan lelaki 40 tahun itu, transaksi okerbaya seperti bebas tak terkendali. Warga khawatir, jika hal itu tak segera ditindak, mental kaula muda di kampungnya akan rusak.
Saat masa datang, Edi dan sejumlah orang yang diduga sebagai pelanggan, langsung kabur. Mereka meninggalkan lokasi sebelum warga menangkapnya. Meski demikian, warga sempat mengamankan dua orang yang mengaku asal Kecamatan Tempurejo. Namun, warga melepaskan keduanya karena tidak ada bukti sebagai pembeli okerbaya.
Sementara itu, Kapolsek Jenggawah AKP Akhmad Musofah bersama sejumlah anggotanya yang datang ke lokasi, meminta agar warga tak sampai berbuat anarkistis. Dia berjanji akan melakukan upaya hukum terhadap para pengedar okerbaya di wilayah kerjanya. Sebagaimana tuntutan yang disampaikan oleh massa.
Setelah mendapat penjelasan, warga membentangkan spanduk di rumah yang disewa oleh Edi. Warga kemudian membubarkan diri dengan tertib. “Kami menyampaikan terimakasih atas gerakan moral yang dilakukan warga. Ini membuktikan bahwa warga mendukung polisi dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum kami,” ucapnya.
Dia pun meminta, agar warga tak segan-segan melaporkan aktivitas mencurigakan yang ditengarai sebagai transaksi narkoba atau okerbaya. Laporan dan informasi ini dinilainya sangat berguna dalam memberantas perdagangan narkoba dan okerbaya di wilayahnya. “Yang penting tidak anarkis. Jangan sampai niat menyelesaikan masalah justru menimbulkan masalah baru,” pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital