BACA JUGA : BPBD Gayo Lues Bangun Tenda Pengungsian Sementara Korban Kebakaran
Selain banyak sampah, selokan di sekitar lokasi juga disinyalir dangkal. Hal itu patut menjadi perhatian oleh pemerintah maupun warga. Pertama, warga tidak membuang sampah sembarangan, kedua, diharapkan ada normalisasi selokan, dan ketiga harus ada penertiban bangunan liar secara masif.
Menurut Frengky, warga setempat, banjir terjadi saat hujan deras mengguyur Jalan Gajah Mada dan sekitarnya. Itu terjadi sekitar pukul 15.30. Air hujan menggenang hingga selutut orang dewasa. “Tinggi air sampai ke lantai bangunan saat awal banjir terjadi,” ujarnya.
Genangan air itu berasal dari hujan langsung dan dari selokan yang mampet. Ini membuat jalan semakin tak bisa dilalui kendaraan. Kemacetan tak terhindarkan di sekitar jalur banjir yang terjadi sore itu.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banjir yang terjadi bakda Asar itu sempat membuat pengendara memilih jalur alternatif. Sebagian orang yang hendak menuju Jember kota balik arah dan berbelok melintasi jalan di Kecamatan Patrang. Sementara, di sisi selatan Jalan Gajah Mada terpantau lancar, karena tidak ada genangan air.
Material seperti pasir dan lumpur yang terbawa banjir membuat jalan di lokasi banjir licin. Setelah air surut, sampah mulai terlihat berserakan di beberapa titik tempat air meluap. Selama banjir, warga setempat sigap mengamankan lokasi agar pengguna jalan aman.
Petugas kebersihan lingkungan setempat, Imam Syafi’i, sore itu terlihat membersihkan sisa-sisa air agar masuk secara lancar ke selokan. Selain petugas, warga sekitar juga terlihat membantu pembersihan tersebut. “Saya langsung menuju tempat banjir saat ini setelah dapat informasi,” ujarnya. Warga berharap banjir luapan selokan menjadi perhatian pemerintah agar ke depan tidak terulang lagi. Banjir kemudian berangsur surut, dan setelah Magrib arus lalu lintas berangsur normal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Jember Jupriono menyampaikan, hujan dengan yang besar membuat selokan tak mampu menampung air sehingga banjir. “Ada bangunan tak berizin,” jelasnya, kepada wartawan. Atas hal itu, bangunan liar di atas selokan tersebut langsung dibongkar. (mg1/c2/nur) Editor : Safitri