Kendati demikian, hingga kini penyebab pasti kebakaran mobil bernilai lebih setengah miliar rupiah itu, belum diketahui. Apakah kesalahan modifikasi atau yang lain. Namun, dugaan sementara, kebakaran tersebut akibat korsleting listrik di bagian mesin. Indikasi ini dikuatkan dengan munculnya asap yang keluar dari kap mobil.
BACA JUGA: Mobil Bernilai Lebih Setengah Miliar Rupiah Terbakar di Jalanan Jember
Pemilik mobil, Ari, warga Perumahan Mojopahit Blok X/10, Kecamatan Kaliwates, Jember, mengaku syok. Sebab, kendaraan berkelir putih itu merupakan mobil kesayangannya. “Saya tidak bisa menyelamatkan mobil saat terbakar. Api begitu cepat membesar yang awalnya dari dalam mesin. Mobil ini merupakan mobil kesayangan saya satu-satunya,” kata dia.
Lelaki 40 tahun ini menuturkan, mobilnya itu telah dimodifikasi dan tak sesuai spek pabrikan lagi. Dia juga mengaku habis banyak, sehingga total kerugian yang ia diderita cukup besar, mencapai Rp 600 juta. Nilai itu merupakan harga awal mobil ditambah biaya modifikasi. “Makanya saya sayang sekali dengan mobil yang terbakar ini,” ucap korban.
Ari kembali menceritakan detik-detik sebelum mobilnya hangus dilalap si jago merah. Sejak melintas di Jembatan Mangli, ia sudah mencium bau kabel terbakar. Belum sempat berhenti, asap tebal keluar dari bagian kap depan sebelah kiri. Dia pun memperlambat laju kendaraannya dan berhenti di pinggir jalan yang dirasa aman.
“Setelah melewati jembatan itu, asap yang keluar dari kap mesin semakin tebal. Selanjutnya saya langsung keluar untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.
Beruntung Ari segera keluar dari kendaraannya. Karena di saat bersama, asap tebal itu diikuti dengan jilatan api. Dia menjauhi mobil agar tak sampai tersambar api. Di saat itu, dirinya mendengar suara ledakan kecil.
“Saat itu saya baru pulang dari gudang di Kecamatan Jenggawah. Rencananya mau pulang ke rumah. Namun, belum sampai saya mendapat musibah ini,” tuturnya.
Nanang, warga asal Kecamatan Panti yang menyaksikan peristiwa itu mengungkapkan, mobil itu terbakar tak jauh dari SPBU Mangli di jalan yang menghubungkan dengan Kecamatan Ajung. Karyawan SPBU yang melihat petaka itu, segera datang membantu sambil membawa alat pemadam api ringan (APAR).
Namun, upaya memadamkan api menggunakan APAR itu tak mampu memadamkan api yang terlanjur membesar. “Api terus membesar hingga menghanguskan seluruh body mobil. Setelah mobil habis terbakar, api baru bisa padam,” pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital