Soetriono, Ketua RW 17, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, mengatakan, terungkapnya kematian pasutri ini bermula ketika warga mencium bau menyengat dari dalam rumah korban. Awalnya, warga mengira bau itu bersumber dari bangkai tikus.
BACA JUGA: Warga Jember Temukan Jasad Pria Mengambang di Aliran Sungai Bedadung
Namun, semakin hari bau itu kian menyengat, sehingga warga mulai curiga ada yang tak beres di dalam rumah itu. Apalagi, penghuni rumah yang diketahui bernama Harris Iskardana Irawadi dan Indriati Ningseh GW, sudah sepekan belakangan tak tampak keluar rumah. Biasanya, warga masih melihat lelaki 80 tahun dan perempuan 65 tahun itu keluar membeli makanan.
Karena bau begitu menyengat, warga akhirnya memutuskan mendatangi rumah korban, tapi tidak menemukan apa-apa. Selanjutnya, sekitar pukul 8.00 malam, mereka mencoba membuka pagar yang kondisinya tidak terkunci. “Kami melihat dari jendela. Ada kaki yang terlihat dan bau yang menyengat,” ungkap Soetriono.
Awalnya, warga tak berani masuk ke dalam rumah, hingga polisi dan Tim Identifikasi Polres Jember tiba di lokasi. Setelah petugas datang dan masuk, ternyata pasutri tersebut sudah ditemukan tak bernyawa. Korban lelaki ditemukan duduk di kursi ruang tamu, sedangkan sang istri tergeletak di dalam kamar. Kini, jasad keduanya telah dibawa ke RSD dr Soebandi untuk visum dan autopsi.
Sejauh ini, polisi belum merilis apa yang menjadi penyebab kematian pasutri tersebut. Namun dugaan awal, keduanya meninggal lantaran penyakit yang diderita, mengingat usia keduanya sudah sama-sama lansia. “Pak Haris dan istrinya tersebut merupakan warga lama di sini. Sejak perumahan ini berdiri sekitar tahun 80-83. Keduanya memang sudah sama-sama lansia,” tuturnya. (*)
Reporter: Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital