BACA JUGA : Seorang Pemudik asal Kota Bandung Meninggal dalam Perjalanan
Halal bihalal itu diikuti oleh ribuan ASN di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Tradisi halalbihalal itu sudah berlangsung bertahun-tahun, bahkan kegiatan tersebut sempat vakum saat pandemi Covid-19.
Di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, tradisi salam-salaman dilakukan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) dan ASN lainnya. Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Hargiyanto.
Termasuk, para staf ahli, Dwiyanto, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sragen, Aris Tri Hartanto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sragen dan para pimpinan OPD.
Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Bupati Sragen dan Suroto, Wakil Bupati tak terlihat di hari pertama.Tradisi salam-salaman itu mengular sampai di halaman parkir belakang Setda Sragen. Setelah bersalaman, para ASN sarapan bersama di lingkungan OPD masing-masing.
Di hari pertama itu juga ada pantauan kehadiran ASN dilakukan tim ditunjuk Sekda Sragen.
“Ya, ada tim bertugas ke OPD untuk pemantauan kedisiplinan ASN,“ jelas Hargiyanto, Sekda saat dihubungi Solopos.com, Rabu (26/4).
Seperti Muh Yulianto, Asisten III Setda Sragen, ditugaskan memantau kedisiplinan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen. Yulianto, sapaannya, menjadi pembina apel di DLH.
“Tradisi salam-salaman juga dilakukan di DLH. Tradisi itu dilakukan di semua OPD.”jelas dia.
Dia menerangkan pembagian tim pemantauan ASN dikoordinasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen. Dia menyampaikan semua laporan per OPD masuk ke BKPSDM Sragen.
“Di DLH tadi aman. Ada satu ASN sakit. Kalau di kantor masuk semua. Ada yang sudah bekerja di lapangan. Dalam apel tadi, saya menekankan pentingnya kedisiplinan ASN. Saya juga menyampaikan pesan dari Bupati terkait dengan permohonan maaf lahir batin.”imbuh Yulianto.
Joko Suratno, Asisten I Setda Sragen, menyampaikan mendapatkan tugas pembinaan di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen. Dalam pembinaan di DPU, Joko mendapat laporan hanya satu orang cuti karena sakit dan dua orang terlambat masuk kerja.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Istimewa/Diskominfo Sragen
Sumber Berita:SoloPos.com
Editor : Safitri