BACA JUGA : Mahasiswa Magang Berhak Dapat Uang Saku
Penetapan 1 Syawal 1444 H tersebut, diungkapkan oleh Kyai Maksudi, sesepuh jemaah Islam Aboge Desa Onje,kepada Radarmas, Rabu, 19 April 2023. "Menurut perhitungan kami, 1 Syawal tahun ini, jatuh pada hari Ahad Wage.”terang Maksudi.
Dia menjelaskan, puasa Ramadan jemaah Islam Aboge harus genap 30 hari. Diketahui, 1 Ramadan 1444 H jatuh pada Jumat Wage atau Jumat, 24 Maret 2023. Sehingga, hari terakhir puasa Ramadan jatuh Sabtu, 22 April 2023.
Meski berbeda dengan Muhammadiyah dan juga kemungkinan besar berbeda dengan pemerintah, dia meminta hal itu tak menjadi polemik. Sebab, masing-masing memilik dasar masing-masing dalam menentukan 1 Syawal.
Diketahui, jemaah Islam Aboge di Kabupaten Purbalingga banyak terdapat di Desa Onje. Bahkan, di desa ini masjid tua peninggalan zaman Walisongo, digunakan sebagai pusat ibadah, yakni Masjid R Sayyid Kuning.
Aboge, merupakan singkatan dari Alif Rebo Wage, menjadikan perhitungan kalender Jawa sebagai penentu kapan jatuhnya 1 Ramadan dan 1 Syawal, bagi jemaah Islam Aboge. Dia menjelaskan, tahun 2023 bertepatan dengan tahun Jawa Ha atau He.
Sesuai dengan perhitungan menggunakan rumus digunakan turun-temurun, awal tahun Ha atau 1 Muharam jatuh pada hari pasaran Ahad Pon atau disingkat menjadi Hengadpon (Ha/He Ahad Pon).
Dalam kalender Aboge, setiap satu windu terdiri atas Alif, Ha, Jim Awal, Za/Je, Dal, Ba/Be, Wawu, dan Jim Akhir. Aboge juga mengenal hari berdasarkan perhitungan kalender Jawa, yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Aditya/Jawa Pos Radar Banyumas
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Banyumas
Editor : Safitri