BACA JUGA : KKB Tembak Pesawat Asian One saat Hendak Mendarat di Beoga, Papua Tengah
Temuan tersebut didapatkan di dua lokasi, yakni Pasar Rejowinangun dan Pasar Karanggading, kemarin (13/4).Diana Wisiastuti, Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan, Disperpa Kota Magelang membenarkan hal itu.
Ia menjelaska, ada tim khusus rutin menggelar pengamanan dan penjaminan pangan hewan. Bertujuan untuk untuk memastikan pangan hewan beredar di pasar Kota Magelang dapat terjamin serta aman, sehat, utuh, dan halal (asuh).
Dengan sasaran daging sapi, ayam, maupun unggas.Dari kegiatan tersebut, ditemukan sebanyak 5 kg daging ayam tidak layak dikonsumsi di Pasar Rejowinangun. Selain itu, dia juga menyita kepala ayam sebanyak 1,7 kg.Diindikasikan adanya pemotongan tidak sempurna.
Dengan kata lain, tiga salurannya tidak benar-benar terputus. “Kami menggunakan alat uji kadar air daging dan ph meter,” ujarnya saat ditemui di lokasi.Temuan daging tersebut, selanjutnya disita oleh Disperpa dan akan dimusnahkan.
Lalu, pedagang menjual daging ayam itu, diminta untuk menandatangani berita acara penyitaan dan pemusnahan. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pedagang dan agar tidak mengulanginya kembali.
Menjelang Lebaran 2023, permintaan daging dipastikan bakal tinggi. Untuk itu, dia meminta kepada para pedagang tetap menyediakan daging yang sehat dan layak dikonsumsi. Namun, ketika penjualan turun dan ada daging yang tidak terjual, bisa disimpan di dalam lemari es.
Saat dijual kembali, daging itu dapat dipisahkan dengan daging baru.Seorang pedagang Nora, 44 menyebut, harga daging ayam setiap harinya mengalami kenaikan. Kini, menjadi Rp 35 ribu per kg dan dimungkinkan bakal naik hingga menyentuh Rp 45 ribu per kg.
Kendati sudah mendekati momentum Lebaran 2023, tapi dagangan Nora masih terlihat sepi.Padahal, tahun lalu, setelah tanggal 19 Ramadan, permintaan daging ayam meningkat. Dia memperkirakan, masa ramai akan terjadi pada satu hari sebelum Lebaran.
Terlebih, sekarang sudah ada banyak pedagang di pinggir jalan yang menjajakan daging ayam. “Setiap hari nyetok ayam satu kuintal, tapi yang laku biasanya 90 kg. Karena permintaan daging ayam mentah, tergantung dari permintaan ayam matang,” pungkas Nora. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Naila Nihaya/Jawa Pos Radar Jogja
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Jogja
Editor : Safitri