Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pulang Tinggal Nama Sempat Pamit Pergi Belanja

Safitri • Sabtu, 8 April 2023 | 23:41 WIB
Petugas saat mengevakuasi jenazah Lilis Suwarni di Sungai Gembong kawasan Pelabuhan Pasuruan.
Petugas saat mengevakuasi jenazah Lilis Suwarni di Sungai Gembong kawasan Pelabuhan Pasuruan.
PASURUAN, RADARJEMBER.ID - Kematian Lilis Suwarni, 49,  ditemukan tewas  dan hal itu membuat kaget semua orang termasuk pihak keluarga. Korban beralamatkan di Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

BACA JUGA : Bupati Hendy Tinjau Langsung Kondisi Warga Kencong

Perempuan itu ditemukan mengambang di Pelabuhan Pasuruan, Jumat (7/4).M.Yunus adalah orang pertama menemukan jasad korban. Saat itu, sekitar pukul 12.30, dia dan istri sedang duduk di pinggir sungai gembong di Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo.

Dari arah selatan, dia tiba-tibamelihat tubuh manusia mengambang di Sungai Gembong sisi barat. Posisinya tengkurap. “Saya pun langsung berteriak memberi tahu warga sekitar,”terang Yunus.

Sukiantoro, adik korban menjelaskan, sang kakak itu pamit pergi ke Pasar Besar untuk beli sayur. Dia pamit kepada anaknya, Muhammad Lukman Al Hakim, 20, sebelum salat Jumat.Namun, selesai salat Jumat, Lilis belum juga pulang ke rumah.

Sukiantoro, justru mendengar berita perempuan itu ditemukan tewas mengambang di Sungai Gembong. “Makanya saya langsung menyusul ke pelabuhan bersama anak kakak saya.”imbuh dia.

Korban sendiri langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Berdasarkan pemeriksaan, korban diduga jatuh ke sungai dan meninggal.“Diduga korban meninggal karena jatuh ke sungai.”jelas AKP Winardi, Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota.

Dalam genggaman tangan korban, terdapat uang Rp 40 ribu.Berdasarkan penjelasan keluarga korban, menurut AKP Winardi, korban tercatat sebagai warga RT 1/RW 5, Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Namun, dia tinggal di sekitar Pasar Besar.

Korban mengalami depresi sejak 10 tahun lalu. Dia juga memiliki riwayat penyakit vertigo.Lalu berdasarkan visum luar oleh dokter, tidak ditemukan bekas kekerasan pada korban. Karena itu,  keluarga menerima kejadian tersebut sebagai takdir atau musibah.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bromo Editor : Safitri
#Kecelakaan