BACA JUGA : Optimisme Timnas U-22 Dirasakan CdM SEA Games Lexyndo Hakim
“Sebagian di kepala, selain itu pula dibagian tubuh lainnya. Masih kami dalami. Yang jelas pembunuhan,”terang AKP Donna Briadi, Kasatreskrim Polres Boyolali Kamis (6/4/).Terkait kemungkinan ada barang milik korban hilang, masih diselidiki lebih lanjut.
Sementara itu, mayat Jumiyem dievakuasi ke RSUD Dr. Moewardi untuk diotopsi.Suratno, Trantib Kecamatan Cepogo menjelaskan, Jumiyem merupakan penjual bubur dan kebutuhan dapur. Dia tinggal seorang diri di rumahnya karena sang anak merantau ke Jakarta.
“Diketahuinya (Jumiyem tewas) pukul 06.30. Ada tetangga mau beli bubur. Biasanya jam 06.00 sudah buka, kok ini belum buka. Saksi lalu masuk ke warung dan menuju bagian dapur. Dia terkejut melihat korban dalam posisi tengkurap dan bersimbah darah. “jelas Suratno.
Dwi Sindartom selaku Camat Cepogo, mengaku mendapatkan informasi kematian Jumiyem tidak wajar dari salah seorang stafnya. “Pagi tadi ada staf kecamatan kebetulan keponakan korban. Laporan ke kami izin terlambat karena bude-nya meninggal.”papar Dwi.(*)
Editor:Winardeyasto HariKirono
Foto:Ragil Listiyo/Jawa Pos Radar Solo
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Solo
Editor : Safitri