BACA JUGA : Jam Ibadah Warga Binaan Ditambah
”Seismograf juga mencatat gempa dengan amplitudo 10 mm dan durasi 150 detik di Gunung Semeru,” kata Mukdas Sofiang, petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Selain itu, dua gempa bumi dengan amplitudo 7–9 mm dan durasi 65–69 detik dan tiga gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3–27 mm dan durasi 40–100 detik tercatat di Gunung Semeru.
Berada pada ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut dan berada di perbatasan Provinsi Lumajang dan Malang, gunung berapi tersebut masih berstatus waspada atau level III.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga menghindari aktivitas di tenggara sepanjang Besuk Kobokan, 13 km dari puncak.
Selain itu, warga setempat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (batas sungai) sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 17 km dari puncak.
“Masyarakat di lereng Semeru diimbau tidak melakukan perjalanan dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena berisiko terhadap lontaran batu,” kata Mukdas Sofian.
Dia juga mengimbau warga untuk mewaspadai awan panas yang turun dari puncak Gunung Semeru, dan lahar di sepanjang sungai. “Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemungkinan aliran lahar di sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan juga harus diwaspadai. (*)
Foto : PVMBG
Sumber : Antara Editor : Safitri