BACA JUGA : Baznas Jember Gandeng NPCI Salurkan Zakat 104 ke Warga Disabilitas
"Kami berharap korban ada bantuan untuk memulangkan ke Tanah Air," kata Nasrullah (25) suami Nurcahyati di kediamannya di Desa Wanayasa, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Rabu.
Korban adalah seorang pekerja migran yang bekerja di Riyadh, Arab Saudi sembilan bulan sebelumnya.
Sebetulnya Nurcahyati menginginkan pulang ke Tanah Air pada masa kerja satu bulan karena Majikannya sering memarahinya dan melakukan kekerasan fisik seperti memukul wajahnya, menendangnya, dan menjambak rambutnya. Selain itu juga melarangnya berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia.
"Saya pernah berkomunikasi satu bulan lalu dengan menelepon istri, namun diketahui majikannya, kemudian istri saya tiba-tiba berteriak meminta tolong dan meminta ampun," kata Nasrullah.
Dia mengatakan saat penyerangan majikan terhadap istrinya direkam dengan membiarkan telepon menyala.
Selanjutnya, telepon melalui whatsapp tersebut dimatikan oleh majikannya.
Nasrullah mengatakan, bahwa isterinya bercerita tindakan kekerasan yang dilakukan majikannya itu tidak manusiawi dengan melakukan perbuatan memukul bagian wajah, menjambak rambut.
Perbuatan yang dilakukan majikan itu saat isterinya menelepon keluarga dan kondisinya sedang beristirahat.
"Kami berharap pemerintah maupun serikat tenaga migran bisa kembali isterinya ke Tanah Air," katanya.
Sementara itu, Darbiyah (41) orang tua Nurcahyati yang juga pernah bekerja tenaga migran menyatakan dirinya mencoba berkomunikasi melalui telepon dengan majikannya.
Namun, majikannya merespon dengan meminta sejumlah uang agar dapat memulangkan anaknya.
"Saya telepon majikannya, tapi saat itu majikannya malah meminta uang senilai Rp 60 juta untuk membayar denda dan agar dapat memulangkan anaknya," ujarnya.
Menurut dia, saat ini, pihak keluarga sedang berupaya memulangkan Nurcahyati ke Tanah Air dengan bantuan lembaga Serikat Buruh Migran Indonesia.
Selain itu juga mengharapkan bantuan dari pemerintah agar bisa memulangkan anggota keluarganya itu.
"Kami cukup prihatin melihat anak yang kerapkali mengalami kekerasan majikannya itu," katanya. (*)
Foto : ANTARA/Mansur
Sumber : Antara Editor : Safitri