Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Permainan Bola Api Tradisi Pesantren Berlangsung Saat Ramadan Saja

Alvioniza • Selasa, 4 April 2023 | 02:17 WIB
Bermain bola api hingga kini tetap dilakukan oleh  sejumlah santri Pesantren Bani Rancang, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Bermain bola api hingga kini tetap dilakukan oleh  sejumlah santri Pesantren Bani Rancang, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Ada hal menarik dilakukan para santri setelah salat Tarawih dan ngaji kitab kuning, termasuk tadarus Alquran, sejumlah santri Pondok Pesantren Bani Rancang, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mereka sengaja berkumpul di lapangan.

Para santri pun tampakmengitari lapangan. Usut punya usut para santri ini menunggu pertandingan sepak bola api. Kegiatan tersebut sengaja dilakukan setiap santu alias malam minggu sehingga tifak menganggu aktivitas mereka di pondok. Boleh dibilang kegiatan itu telah berlagsung lama dan menjadi bagian dari tradisi pesantren tersebut.

Sayangnya, permainan ini hanya dilakukan ketika Ramadan. Itu pun tidak berlangsung setiap malam. Hanya pada waktu-waktu tertentu terutama malam minggu. Hal ini dibenarkan oleh Gus Agus Hasan Muktaksim Billah, Pengasuh Pesantren Bani Rancang mengatakan, permainan atau pertandingan bola api merupakan tradisi dilakukan sejak dulu.

Permainan lima lawan lima santri ini uma dilakukan ketika Ramadan. Waktunya menyesuaikan jadwal dari pesantren.“Para santri ini bermain bola api merupakan tradisi dilakukan saat Ramadan, sejak dulu. Kami sebagai generasi muda harus meneruskan atau melestarikanya,” terang Gus Hasan

Menurutnya, tradisi bola api digemari oleh para santri. Tidak hanya pemain yang merupakan santri laki-laki, santri perempuan juga ikut bersorak ketika pertandingan berlangsung. “Agar para santri tidak sakit atau kepanasan saat bermain, sebelum bermain kami lakukan pembacaan doa bersama,” imbuh dia.

Tak kalah pentingnya, kata Gus Hasan, dalam tradisi permainan bola api, diharapkan muncul rasa hangat, saling merangkul, dan memiliki satu sama lain, sehingga tali silaturahmi kian erat. “Juga sebagai kegiatan menghibur bagi para santri untuk menghilangkan rasa jenuh,” imbuh Gus Hasan.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto: Istimewa

Sumber Berita: Jawa Pos Radar Bromo

  Editor : Alvioniza
#TRADISI #Pondok Pesantren