BACA JUGA : Tak Terima Cinta Ditolak Rumah Pacar Dibondet
Aurelius FXN. Sekretaris Kerukunan Keluarga Besar (KKB) Nusa Tenggara Timur (NTT) Kaltara, mengatakan, kejadian ini berawal saat empat orang kakak beradik membeli dua merek ikan sarden kaleng. Usai mengonsumsi itu, tiga orang mengalami gejala keracunan.
“Saya tidak tahu merek ikan sarden dibeli. Yang jelas ada warna hijau dan merah. Nah, satu orang mengonsumsi ikan sarden kaleng berwarna hijau itu tidak mengalami gejala keracunan.”ungkap Aurelius.
Sementara, ketiga kakak beradik mengonsumsi ikan sarden kaleng kemasan berwarna merah langsung mengalami gejala keracunan,”imbuh Aurelius kepada Radar Kaltara, Minggu (12/3) lantas dibawa ke Puskesmas Sekatak untuk penanganan lebih lanjut.
Ketiga pasien. Yakni, Maria Novianti (23), Sabariana (9) dan Agustina (5). “Dua orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara, satu orang meninggal dunia (Sabariana). Mereka ini berasal dari Maumere. Tinggal di Sekatak Buji.”imbuh dia.
Dalam hal ini, KKB NTT Kaltara mengaku sudah berkoordinasi dengan dokter RSD dr. H. Soemarno Sosroatdmojo untuk mencari tahu sebab pasien meninggal. “Mereka (dokter) tidak bisa memastikan keracunan sebelum ada hasil uji sampel.”jelas Aurelius.
Sementara itu, dr.Widodo Darmo Sentono, Dirut RSD dr. H. Soemarno Sosroatdmojo, dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan hasil anamnesis. Pasien ini memang ada riwayat mengonsumsi sarden kaleng. “Jadi, satu keluarga dirawat karena keracunan,” ungkapnya.
Namun, kata dia, dari ketiga pasien kondisi kesehatan Sabariana mengalami syok hipovolemik saat masuk RSD. “Informasi dari dokter, pasien mengalami syok hipovolemik, karena pasien selalu muntah dan tidak ada makanan masuk serta tekanan darah rendah.”terang Widodo.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Istimewa
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Tarakan
Editor : Safitri