Kasatreskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Wiratama mengatakan, saat ini pihaknya masih mengejar pelaku pembacokan itu. Berdasarkan keterangan warga, seusai menebas korban bertubi-tubi, pelaku kabur ke arah timur. Kendati demikian, belum disebutkan apakah pelaku menjalankan aksinya seorang diri atau bersama-sama.
BACA JUGA: Warga Desa Gelang Jember Tewas Dibacok di Pinggir Jalan Raya
Sedangkan di lokasi, Tim Inafis Polres Jember telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis memeriksa dan membawa barang bukti berupa ceceran darah korban yang ada di jalan dan di tembok depan rumah kosong. Aparat memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian.
Untuk memburu pelaku, Hadiyan mengaku telah berkoordinasi dengan anggota polsek dan resmob. Termasuk melihat rekaman kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi. “Namun setelah dicek, CCTV milik warga tersebut tidak mengarah ke jalan tempat lokasi pembacokan,” ungkap Hadiyan.
Pembacokan ini sempat menggegerkan warga setempat. Karena peristiwanya berada di pinggir jalan raya, persis depan Kantor Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru, Jember. Apalagi, korban yang diketahui bernama Sunarto, warga Dusun Tampingan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru itu, tergeletak bersimbah darah dengan luka cukup parah di bagian kepala dan leher belakang.
Meski kejadian itu adalah peristiwa kriminal, namun awalnya warga mengira kalau Sunarto merupakan korban kecelakaan lalu lintas. Karena tak jauh dari tubuh korban, terdapat sepeda motor Honda CBR yang masih baru. Kendaraan itu berdiri tak jauh dari korban tergeletak.
Pengguna jalan dan warga sekitar yang datang, semula juga berencana akan menolong. Namun, setelah didekati, ternyata korban mengalami luka bacok di bagian kepala, sehingga warga mengurungkan niat tersebut dan melaporkan peristiwa ini ke polsek terdekat.
“Korban dibacok depan rumah kosong, persis depan Balai Desa Pringgowirawan. Padahal jalan yang menghubungkan Jember - Lumajang itu padat kendaraan. Baik roda empat maupun roda dua,” kata Firman, petugas keamanan SDN Pringgowirawan 01.
Firman mengaku tidak tahu persis bagaimana kronologi pembacokan itu. Dia juga tidak melihat pelaku ketika mengayunkan senjata tajam kepada korbannya. Dirinya baru tahu jika ada aksi kriminalitas setelah sejumlah warga ramai-ramai mendekat korban yang sudah terkapar. “Saat itu saya masih sibuk mengatur orang tua siswa yang keluar masuk ke SD. Di samping kantor balai desa tersebut,” pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal