BACA JUGA : Angka Kematian Kanker Tinggi Akibat Diagonis Terlambat
Namun, bisa terdeteksi pegawai ekspedisi saat melakukan pemeriksaan. Sumber Jawa Pos di kepolisian menuturkan, senpi itu dikamuflase dengan sejumlah barang di dalam paket dikirim dari Blitar. Di antaranya, pakaian.
Beruntung, YN, salah seorang pegawai ekspedisi bagian X-ray, melihat kejanggalan dalam paket tersebut. YN curiga pada salah satu paket ketika diperiksa karena di dalamnya terdapat benda berbentuk pistol. Oleh pria 36 tahun itu, paket tersebut kemudian dibuka.
Dugaan pria itu pun tidak meleset. Di dalamnya memang terdapat senpi. Temuan itu lantas dilaporkan ke Polresta Sidoarjo. Menurut dia, senpi itu tidak dilengkapi dengan dokumen kepemilikan. Berdasar data paket, alamat pengiriman adalah Makassar.
’’Hasil pendalaman menunjukkan, pistol ditemukan adalah G2 Combat.”terang dia. Dia menambahkan, pada senpi itu tidak ditemukan nomor seri. Di paketnya juga tidak ada amunisi. ’’Hanya pistol. Di pasar gelap harganya lumayan. Di atas Rp 30 juta satu per pucuk.”imbuh dia.
Upaya awal penyelidikan dijalankan dengan mencari pemilik senpi lewat alamat pengirim. Tetapi, pencarian belum membuahkan hasil. Sebab, alamat yang dicantumkan ternyata fiktif. Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo,Kasatreskrim Polresta Sidoarjo belum berkomentar. (*)
Editor : Winardyasto HariKirono
Ilustrasi:Dok.Jawa Pos
Sumber Berita:jawapos.com
Editor : Safitri