Tim SAR gabungan dari Brandal Alas Rescue, SAR Rimba Laut, BPBD Jember, Basarnas, Baret Rescue, MDMC, dan Polairud Puger, terus menyisir sejumlah lokasi. Keluarga korban juga turut menyisir sungai hingga ke muara.
BACA JUGA: Upaya Pencarian Jasad Revan dan Bilbina, Bocah yang Hanyut di Sungai
Kondisi arus sungai yang cukup deras membuat para petugas kemanusiaan itu harus berjibaku menyusuri sungai. “Sejak korban hanyut, air sungai memang besar karena di bagian hulu juga hujan,” kata Imam, anggota SAR Rimba Laut.
Bilbina, bocah asal Desa Sabrang itu, hanyut di Sungai Mayang, Jumat (10/2) lalu. Korban hilang bersama seorang bocah lainnya, Faffiru, yang berusia sepantaran. Sebelumnya, kedua korban terlihat bermain sepeda di sekitar sungai dan dinyatakan hilang.
Saat itu, upaya pencarian langsung dilakukan dan membuahkan hasil. Faffiru ditemukan tersangkut di ranting bambu dalam kondisi meninggal. Sedangkan Bilbina, hingga hari terakhir pencarian masih belum ditemukan.
Hingga sore ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian hingga di sekitar Pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Ambulu. Namun, masih nihil. “Mudah-mudahan korban bisa ditemukan,” kata AKP M Na’I, Kasat Polair Polres Jember di Puger.
Tim SAR menggunakan perahu karet dan jukung untuk menyisir sejumlah lokasi. Mulai dari sungai tempat korban hanyut hingga ke tengah laut. “Sejak korban hilang terseret arus sungai, kami sudah berkoordinasi dengan nelayan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal