Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kunci Agar Tak Kecanduan Game Perlu Batasi Diri

Safitri • Selasa, 14 Februari 2023 | 01:04 WIB
Photo
Photo
JAKARTA, RADARJEMBER.ID - Tak dipungkiri di era kecanggihan teknologi seperti sekarang ini, game sangat disukai bahkan game bisa membuat orang kecanduan.

Novi Poespita Candra, Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan pentingnya membatasi diri sendiri dalam menikmati gim atau penggunaan gawai agar tidak menyebabkan kecanduan, seperti dikutip dari ANTARA.

BACA JUGA : Ransiki Papua Barat Diguncang Gempa Magnitudo 5,3

“Penggunaan gadget atau main gim apabila tidak diikuti dengan kemampuan mengelola pikiran, kekritisan, dan kesadaran serta manajemen diri maka akan banyak pengaruh pada kejiwaan,” kata Novi di Jakarta.

Novi mengatakan, bermain gim dan gawai dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kecanduan karena menciptakan kesenangan. Ia menjelaskan, gim di gawai bisa memunculkan hormon kebahagiaan.

Seperti, Dopamine muncul karena ada target dan tantangan dalam bermain gim, sehingga terasa menyenangkan. Hormon oksitosin juga berperan dalam memunculkan perasaan merasa diterima pada level apapun saat main gim.

Kemudian hormon serotonin berperan penting memperbaiki suasana hati seseorang agar menjadi lebih baik, sehingga orang tersebut menjadi merasa bahagia dan bermakna ketika bermain gim hal tersebut bisa dilihat bagaimana dia tampak bersemangat ketika bermain gim.

Selanjutnya, hormon endorphin memunculkan perasaan bahagia dan senang setelah melakukan aktivitas tertentu, khususnya gim. Menurut dia, hormon kebahagiaan ini menyebabkan tubuh seseorang secara alami menjadi ingin bermain gim secara terus-menerus.

Apabila penggunaan gawai atau gim tidak dibatasi, maka akan berdampak pada kesehatan fisik dan juga mental. “Riset menemukan kecanduan gadget dan gim berpengaruh  kemampuan sosialisasi dan komunikasi rendah.”Imbuh Novi.

Lebih lanjut Novi menyampaikan, di fase tertentu, seseorang terindikasi kecanduan gim juga berpotensi mengalami stres dan depresi dikarenakan kebingungan identitas. Hal ini biasanya dialami oleh anak dan remaja.

“Sebaiknya diperbanyak sosialisasi dan aktivitas fisik atau olahraga agar tetap memiliki motivasi untuk melakukan hal lain.”tegas perempuan tersebut. Seperti diketahui, kecanduan gawai atau gim telah menyebabkan dampak buruk bagi masyarakat.

Terbaru, viral di media sosial seorang ayah di Manado, Sulawesi Utara menganiaya bayinya berusia tujuh bulan karena merasa terganggu saat sedang bermain gim online Mobile Legend.Padahal hal tersebut tidak perlu sampai terjadi.

Kepada Polisi, pelaku mengaku emosi saat kalah bermain dan mendengar bayinya menangis. Bayi tersebut dipukul di bagian kepala dan mulut menggunakan tangan hingga berhenti menangis, kemudian tak sadarkan diri hingga meninggal dunia.

Editor : Winardyasto HariKirono

Foto:Antara

Sumber Berita:jawapos.com

  Editor : Safitri
#game