Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bencana Kekeringan akibat Jebolnya Bendungan Oesao di Kupang

Safitri • Senin, 6 Februari 2023 | 22:25 WIB
Seorang petugas Badan Penangulanggan Bencana (BNPB) memantau pintu air bendungan Oesao yang jebol akibat cuaca ekstrem berupa hujan yang terjadi di daerah itu Minggu (5/2/2023).
Seorang petugas Badan Penangulanggan Bencana (BNPB) memantau pintu air bendungan Oesao yang jebol akibat cuaca ekstrem berupa hujan yang terjadi di daerah itu Minggu (5/2/2023).
Kupang, RADARJEMBER.ID - Jebolnya pintu air Bendungan Oesao membuat kekhawatiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan berdampak pada bencana baru seperti kekeringan di daerah itu.

BACA JUGA : Wisata Aviasi, Siapa yang Diuntungkan?

“Masalahnya ribuan hektare area persawahan di Kabupaten Kupang mulai dari Desa Pukdale, Naibonat, Nunkurus, dan Oesao, sangat bergantung pada bendungan ini,” kata Bupati Kupang Korinus Masneno ketika ditemui saat memantau pintu air Bendungan Oesao yang jebol di Desa Pukdale, Kabupaten Kupang, Minggu siang.

Bendungan Oesao di Desa Pukdale jebol pada Jumat (3//2) lalu akibat tingginya curah hujan dan derasnya aliran sungai sehingga pintu air bendungan tak mampu menahan derasnya aliran sungai.

Akibatnya kurang lebih 598 rumah di Kabupaten Kupang dilaporkan tergenang banjir sejak Jumat (3/2) hingga Minggu (5/2) pagi dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

Korinus mengatakan pintu air bendungan itu tidak segera diperbaiki untuk menahan aliran sungai tersebut, dikhawatirkan pada tahun 2023 ini bencana kekeringan akan terjadi di wilayah tersebut.

“Bendungan ini merupakan satu-satunya sumber air yang masuk ke area persawahan di Kabupaten Kupang, sehingga jika jebolnya semakin meluas dikhawatirkan akan ada bencana kekeringan di daerah ini,” ujarnya.

Untuk saat ini pihaknya tidak terlalu khawatir karena curah hujan masih cukup tinggi di daerah itu, sehingga area persawahan masih dialiri oleh air. Namun jika sudah memasuki musim kemarau pada bulan Mei hingga November kekeringan akan terjadi di daerah itu.

Untuk memperbaiki pintu air bendungan itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait mulai dari Dinas PUPR dan juga Balai Sungai untuk perbaikan bendungan tersebut.

Tetapi saat ini pihaknya masih fokus pada penanganan kepada korban banjir karena saat ini sudah dalam masa tanggap darurat. “Jika masa tanggap darurat sudah selesai baru kita fokus ke penanganan,” ujarnya. (*)

Foto : ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Sumber : Antara Editor : Safitri
#Kekeringan