BACA JUGA : PT Bumi Wiraraja Group Lumajang Launching Pulo Permata Garden
Warga yang berdekatan dengan suara letusan itu langsung keluar dari rumah. Ternyata benar, gudang pengeringan tembakau yang terbuat dari bambu sudah terbakar. “Padahal saat kejadian tidak ada aktivitas ngopen, karena memang belum waktunya musim tembakau,” kata Kosim, 22, salah seorang warga setempat.
Terbakarnya gudang itu membuat warga panik. Terlebih mereka sedang tertidur pada saat kejadian, dini hari. “Pemilik juga kaget kalau gudang miliknya terbakar karena belum ada aktivitas di gudang, atau tidak ngopen tembakau, karena belum musimnya,” kata Kosim.
Kejadian kebakaran gudang itu juga dilaporkan ke perangkat desa dan polsek setempat. “Benar, ada gudang pengeringan tembakau yang terbakar. Gudang itu dalam kondisi kosong. Karena memang tidak ada kegiatan ngopen di gudang itu. Apalagi sekarang belum musim tembakau,” kata Ipda Handoko, Plh Kapolsek Wuluhan.
Menurut Handoko, api begitu cepat merembet dari gudang satu ke gudang lainnya. Apalagi ada angin yang berembus ke utara, hingga gudang tidak tertolong. “Memang warga juga ada yang menghubungi pemadam kebakaran, tetapi gudang sudah ludes,” kata Plh Kapolsek Wuluhan itu.
Dalam peristiwa tersebut dua korban mengalami kerugian sekitar Rp 150 juta. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena di dalam gudang itu tidak ada kegiatan ngopen,” pungkasnya. (jum/c2) Editor : Safitri