Sebelumnya, Jumat (20/1) Tim Basarnas Jember, BPBD Jember, Polri, TNI bersama keluarga korban dan warga, melakukan pencarian di lokasi tempat korban terjatuh. Namun, hingga pukul 15.30 keberadaan korban belum ditemukan.
BACA JUGA: Korban Hanyut di Jember Belum Ditemukan, Keluarga Tempuh Cara Supranatural
Karena hari sudah sore dan cuaca mendung, proses pencarian itu akhirnya dihentikan. Namun, setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa Slateng, pencarian pun dilanjutkan dengan mendatangkan alat berat ke lokasi.
Sekitar pukul 21.00, alat berat yang didatangkan ke lokasi langsung melakukan penyudetan untuk membuat saluran baru. Karena diduga, jasad korban terjebak di dalam lubuk dekat jembatan. Setelah proses pembuatan saluran baru itu selesai dan air sungai mengecil, jasad korban muncul ke permukaan. Tim penolong selanjutnya membawa jasad korban ke rumah duka.
“Sekitar pukul 01.15 atau Sabtu dini hari, jasad korban akhirnya keluar dari tempat terjatuh. Ini setelah dibuatkan saluran baru menggunakan alat berat tersebut,” kata M Sofyan, Kepala Desa Lembengan, Ledokombo.
Kapolsek Ledokombo AKP Kusmiyanto menjelaskan, sebelum diserahkan pada keluarga, tim medis dari Puskesmas Ledokombo lebih dulu melakukan visum terhadap jasad korban. Berdasarkan hasil visum tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan.
“Korban murni meninggal setelah terjatuh dari jembatan ketika mengangkut kayu. Tubuh korban juga masih utuh saat muncul ke permukaan sungai,” pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Polsek Ledokombo For Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal