Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Komnas HAM Minta Kematian Pendukung Gubernur Papua Diusut

Safitri • Jumat, 13 Januari 2023 | 20:09 WIB
Photo
Photo
JAKARTA, RADARJEMBER.ID - Kepolisian Daerah (Polda) Papua diminta mengungkap penyebab kematian seorang warga sipil dan dua orang lain mengalami luka-luka, saat Lukas Enembe Gubernur Papua itu diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

BACA JUGA : Perampok Rumah Dinas Wali Kota Blitar Diringkus Polisi

“Komnas HAM meminta semua pihak tidak melakukan tindakan-tindakan mengakibatkan peningkatan  konflik dan kekerasan semakin meluas di wilayah Papua,”jelas Atnike Nova Sigiro, Ketua Komnas HAM di Jakarta, dikutip dari Antara.

Hal tersebut disampaikan Atnike menanggapi eskalasi kekerasan di Papua berdampak pada situasi keamanan di Bumi Cenderawasih, usai penangkapan tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (10/1).

Untuk mencegah dampak lebih luas serta peningkatan eskalasi kekerasan, Atnike meminta aparat keamanan tidak menggunakan kekuatan  berlebihan dalam menangani aksi massa. “Aparat keamanan diminta mengedepankan langkah humanis sesuai prinsip hak asasi manusia.” kata dia.

Selain itu, Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih didorong menciptakan situasi kondusif secara berkelanjutan dengan turut melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat maupun tokoh agama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Papua.

Pada saat bersamaan, lembaga HAM tersebut mengecam tindakan perusakan fasilitas umum saat terjadi kerusuhan, seperti gedung sekolah dan kantor-kantor pemerintahan dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.

Terakhir, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, Komnas HAM meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi provokatif yang bisa memunculkan sentimen negatif serta semakin memperkeruh keadaan. (*)

Editor : Winardyasto HariKirono

Foto:Antara

Sumber Berita:jawapos.com

  Editor : Safitri
#Korupsi