BACA JUGA : Walikota Makassar Sampaikan Keinginan Pembunuh Bocah Dihukum Berat
Modus pembunuhan, dikutip dari FAJAR, mereka meminta Dewa untuk membantu membersihkan rumah. Iming-imingnya, bakal diberi upah Rp 50 ribu. Tante Dewa, Erni, 31, ditemui FAJAR di rumah duka menceritakan kesaksian sepupu Dewa bernama Alif, 12.
Alif melihat bagaimana pelaku mengintai Dewa dari jauh hari. “Sebelum kejadian waktu malam minggu, kata Alif mereka ke warnet di kantor Radar. Alif bilang sudah dari kemarin Dewa diikuti tersangka A,” cerita Erni, Selasa (10/1).
“Dewa dipantau dari jauh, cuma Alif lihat. Kata Alif sudah dari lama Dewa dipantau sama tersangka A,” sambung Erni. Dikatakan Erni, keponakan dia itu diculik pada Sabtu Sore sekitar pukul 17.00 WITA.
Ada pun Alif, pulang seorang diri mengatakan ke neneknya, Aminah, 50, bahwa Dewa hilang. Bahkan, menurut penuturkan Erni, para pelaku juga hampir saja menculik Alif dengan iming-iming sama.
“Dipanggil membersihkan rumah dan dijanjikan uang Rp 50 ribu. Terus saya juga dipanggil, tapi saya tidak mau,” lanjut Erni mengikuti gaya bicara Alif. Diberitakan sebelumnya, Dewa dibawa pergi oleh A dan M di Indomaret Jalan Batua Raya, pada Sabtu (7/1).
Mereka lalu menghabisi nyawa Dewa dan membuang korban di Waduk Nipa-nipa, Moncongloe, Kabupaten Maros. A dan M usai mengeksekusi Dewa terlihat bingung, ketika mengetahui tidak ada respon dari pengelola situs jual beli organ tubuh online.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:FAJAR
Sumber Berita:jawapos.com
Editor : Safitri