Walikota Makassar Sampaikan Keinginan Pembunuh Bocah Dihukum Berat

Safitri • Dipublikasikan Rabu, 11 Januari 2023 | 23:31 WIB
Photo
Photo
MAKASSAR, RADARJEMBER.ID - Mohammad Ramdhan Pomanto,  Wali Kota Makassar buka suara atas kejadian sadis dua remaja tega membunuh bocah 11 tahun .Demi keinginan untuk menjual organ tubuh korban .

BACA JUGA : Saatnya Mandiri Pangan dan Energi

Meski masih remaja, wali kota meminta pelaku berinisial A, 17 dan M, 14, itu dihukum berat.“Agar dihukum berat kepada pelaku agar harus ada efek jera terhadap perilaku seperti ini,” ungkap Danny, sapaan akrab wali kota.

Hukuman berat dimaksud Danny, kata dia, bisa berupa hukuman mati. Tapi hal itu perlu dipertimbangkan mengingat pelaku adalah anak di bawah umur.Lebih dari itu, Danny meminta kepolisian agar mengusut lebih dalam kasus ini.

Bisa jadi, ada pihak-pihak tertentu  memberi ide atau menyuruh A dan M melakukan pembunuhan itu.“Saya kira seberat beratnya kalau pembunuhan berencana itu kan mati. Cuma masalahnya ini anak di bawah umur,” jelas Wali Kota Makassar dilansir FAJAR.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, peristiwa ini terjadi tidak lepas dari pengaruh internet. Danny pun mengajak masyarakat agar bersama-sama melakukan langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak berulang.

“Jadi harus menjadi konsen kita semua, harus membantu pihak kepolisian, masyarakat harus bersama-sama. Ini tidak bisa kepolisian sendiri atau pemkot sendiri. Harus sama-sama.”ujar Danny..

Sebelumnya, dua remaja A, 17, dan M, 14, ditangkap jajaran Polrestabes Kota Makassar karena membunuh bocah berusia 11 tahun bernama Muhammad Fadli Sadewa. Kasus bermula saat keluarga korban membuat laporan anak hilang.

Dari penelusuran polisi, Muhammad Fadli Sadewa rupanya sudah dibunuh. Jenazahnya ditemukan di Waduk Nipa-Nipa, Maros.Polisi pun mengembangkan penyelidikan hingga akhirnya menangkap A dan M.

Kedua pelaku mengaku melancarkan aksinya untuk menjual organ dalam korban di salah satu situs online demi mendapatkan uang banyak dan  dalam waktu sekejab bisa membuat orang menjadi kaya.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Ilustrasi:JawaPos.com

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Solo

  Editor : Safitri
Pembunuhan