BACA JUGA : Sidang Pleidoi Kasus Korupsi Kube, Minta Hukuman Terendah 1 Tahun Penjara
Di hadapan polisi, pelaku A mengaku tergiur dengan harga organ tubuh sangat fantastis, senilai USD 80 ribu atau setara Rp 1,2 miliar pada website Yandex. “Website sudah lama saya gunakan, namun baru terencana. Harganya organ USD 80 ribu.” tutur A.
Lantas A menambahkan, jika uang sudah didapat akan digunakan untuk membangun rumah dan untuk membantu orang tua. Saat dimintai keterangan oleh Polisi, di Mapolrestabes Kota Makassar, Selasa (10/1), dikutip dari FAJAR.
A mengaku, ia dan M menghubungi website dia maksud untuk membeli organ tubuh manusia ketika mereka sudah mendapatkan melalui chat email. Namun, mereka tidak mendapatkan balasan.
A sendiri mengenal website itu dengan cara mencari di Yandex dan menulis kata kunci organ sel. “Selain ginjal, ada jantung, paru-paru, hati, dengan tarif berbeda. Setelah ginjal dan organ lainnya sudah ada, langsung diserahkan secara utuh ke si pembeli.” Jelas A.
A juga mengaku mengenal Dewa, walau tidak akrab. Mereka mengincar korban, karena A berpendapat, bocah seusia Dewa masih memiliki organ sehat. Rencana jahat itu pun dijalankan pada akhir pekan lalu.
Mereka membujuk Dewa untuk datang ke rumah pelaku diiming-imingi uang Rp 50 ribu, A dengan kejam mencekik dan membanting Dewa hingga tewas. Ia juga dibantu oleh M. Setelah Dewa meninggal, A kembali menghubungi website tersebut untuk membeli organ korban.
Namun, apes bagi A dan M, website tersebut tidak memberi respons. Hal itu membuat mereka panik bukan kepalang. Dalam keadaan kalut, mereka akhirnya memutuskan membuang tubuh Dewa yang sudah terbujur kaku di Waduk Nipa-Nipa, Maros.
Di pengakuan berbeda, M membantu A menghabisi nyawa Dewa mengaku dipanggil langsung oleh A. Peran M saat membunuh Dewa menyekap mulut Dewa agar tidak berteriak. Dijelaskan MF, dirinya dan A belajar di sekolah yang sama di salah satu SMA di Kota Makassar. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:FAJAR
Sumber Berita:jawapos.com
Editor : Safitri