BACA JUGA : Polisi Identifikasi Dua Perempuan Pelaku Penguburan Jasad Janin di Klender
Seperti halnya di Nagari Gunuang Malintang menjadikan sungai sebagai salah satu sumber kebutuhan pangan. Kebiasaan menangkap ikan dengan berbagai cara, termasuk dengan menembak ikan sudah menjadi keseharian warga. Hanya saja dalam setiap pekerjaan tentunya membutuhkan perhitungan keselamatan agar tidak menjadi korban.
Apalagi dengan aktivitas berada dibawah air dengan risiko lebih tinggi. Sehingga perlu ekstra hati-hati dan jangan sampai membahayakan diri hingga merenggut nyawa.Hal itu menjadi salah satu pesan penting disampaikan kata Robi Saputra, Kepala Pos SAR Basarnas Limapuluh Kota, saat diwawancara Padang Ekspres, Senin (9/1) sore.
”Keselamatan itu harus jadi perhatian utama, jangan ambil risiko. Apalagi berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. Kita menghimbau agar masyarakat pencari ikan, agar benar-benar perhatikan keselamatan. Kebutuhan oksigen menjadi paling utama dalam menyelam. “ungkap Robi.
Asumsi disampaikan Robi Saputra, senada dengan disampaikan Wali Nagari GunuangMalintang, Wido Putra. Menurut orang nomor satu di nagari pemilik warisan budaya “Bakajang” itu, tidak berhasil ke permukaan sungai saat batas menahan nafas sudah sampai pada batasnya, ditambah lagi lilitan tali dari senapan penembak ikan.
Hal itu menambah kesulitan para korban untuk melepaskan diri di dalam celah batu. ”Kita menduga saat salah satu dari korban berhasil menembak ikan menjadi sasaran, kemudian ikan kesakitan bergerak hebat di dalam celah sempit dengan tali peluru senapan menancap. Sehingga secara spontan melilit kedua penembak dan tidak berhasil melepaskan.’ tutur Robi.
Sebelumnya, seperti diceritakan Wali Nagari Gunuang Malintang, Wido Putra, masyarakat menyebutkan ikan di Lubuak Malutu terbilang cukup banyak dan ada juga berukuran besar. Sebab sangat ideal bagi ikan untuk bersembunyi. Sehingga Lubuak Malutu diperkirakan memiliki celah hingga belasan meter tersebut, menjadi incaran para pencari ikan air tawar.
Hanya saja, jalan menuju celah gua dasar sungai itu sempit. Celah batu tersebut, sebenarnya sudah dikenal para penembak ikan memiliki jumlah ikan yang banyak alias kantong persembunyian ikan di Batang Malutu. Bahkan juga disebutkan warga, sebenarnya ada celah di bagian dalam gua batu itu rongga udara.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Istimewa
Sumber Berita:Padang Ekspres
Editor : Safitri