Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Suskes Kembangkan Kebun Dapur Sumber Pangan Keluarga

Safitri • Senin, 9 Januari 2023 | 22:34 WIB
Photo
Photo
BOGOR,RADARJEMBER.ID - Kebun dapur bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Berbagai macam sayuran bisa dibudidayakan dan dijadikan sumber pangan.

BACA JUGA : Keluar dari Cangkang UMKM Pascapandemi

Kebun Dapur Atqiya telah membuktikan hal itu. Ruang hijau ini pun bisa menjadi tempat belajar anak. Kebun dapur itu terhampar di belakang rumah pasangan Iqbal dan Britania Sari di Bogor. Lahan seluas 300 meter itu sangat hijau.

Terdapat bedengan atau gundukan tanah dipenuhi tanaman. Bagian pinggir bedengan tersebut diberi batu bata atau genting. Bedengan itu berbentuk lingkaran, kotak, dan memajang.Berbagai tanaman tumbuh subur di kebun tersebut, khususnya sayuran.

Ada sawi, kangkung, bayam brasil, ginseng jawa, serai, dan sayur lainnya. Ada pula cabai, tomat, terong, dan lainnya. Tak ketinggalan tanaman rimpang. Misalnya, jahe, umbi, dan temulawak.

“Berbagai jenis sayuran bisa dimasak setiap hari,” jelas Iqbal, pemilik Kebun Dapur Atqiya, kepada Jawa Pos. Selain sayur, ada tanaman herbal yang bisa digunakan untuk obat dan kesehatan. Misalnya, mint, rosemary, kunyit, dan tanaman herbal lainnya.

Total ada sekitar 50 jenis tanaman yang tumbuh di Kebun Atqiya.

Menurut Iqbal, tanaman pangan itu bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dia. Pihaknya bisa memasak sayur secara bervariasi karena jenis sayuran cukup banyak. ’’Kami kan tidak mungkin seminggu makan kangkung terus,” kelakar Iqbal.

Selain memenuhi kebutuhan dapur rumah tangganya, para tetangga kadang ikut memanen dan membawa pulang hasil kebun itu. Selain tanaman, Kebun Atqiya dilengkapi kandang ayam. Banyak manfaat dari beternak ayam.

’’Kotoran ayam bisa digunakan untuk pupuk tanaman. Sedangkan tanaman tumbuh di kebun tersebut bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak,’’ katanya. Ada juga kolam ikan. Konsep bertingkat. Jadi, bagian bawah digunakan kolam ikan.

Sedangkan bagian atas dipakai untuk tanaman. Lahan tersedia bisa dimaksimalkan untuk tanaman. Iqbal mengatakan, dia menerapkan prinsip permakultur, yaitu memanfaatkan lahan sebaik-baiknya bekerja sama dengan alam. Mengisi ruang dengan semaksimal-maksimalnya.

’’Memanfaatkan apa ada di alam dan berusaha memaksimalkannya,” terangnya. Sebenarnya, lanjut dia, konsep kebun dapur bukanlah konsep baru. Zaman dulu, banyak masyarakat yang menerapkannya. Namun, sekarang banyak ditinggalkan.

Melalui Kebun Dapur Atqiya, Iqbal ingin menggalakkan lagi kebiasaan menanam kebutuhan pangan. Warga perkotaan bisa menggunakan lahan ada untuk kebun dapur. Menurut Iqbal, tidak perlu lahan luas. Lahan sempit dan terbatas pun bisa digunakan untuk kebun dapur.

Dengan prinsip permakultur, lahan tersebut bisa dimaksimalkan untuk kebun pangan. ’’Tidak harus lahan luas. Lahan pekarangan bisa digunakan untuk membantu ketahanan pangan rumah tangga.”imbuh Iqbal.

Ia menambahkan, Kebun Atqiya  digunakan sebagai tempat pembelajaran anak. Setiap Sabtu, anak-anak di sekitar rumahnya datang ke kebun. Mereka ikut merawat kebun, memanen, dan memasak hasil panen. Setelah itu, mereka makan bersama menikmati hasil panen.

Mereka akhirnya mengenal jenis tanaman, bagaimana membudidayakannya, dan bagaimana mengolahnya menjadi makanan. Selain belajar di kebun, anak-anak diajak belajar di perpustakaan pribadinya. Mereka bisa membaca buku tentang kebun, ternak, dan buku lain.

“Agar mereka tidak bosan, bervariasi, sehingga mereka senang belajar,” terang Iqbal. Kebun Atqiya juga dikunjungi pelajar dan orang tua. Ada pula mahasiswa yang datang untuk belajar. Mereka menerapkan ilmu yang dipelajari, yaitu belajar mendesain lanskap outdoor. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Dapur Atqiyah Untuk Jawa Pos

Sumber Berita:jawapos.com

 

  Editor : Safitri
#makanan