BACA JUGA : Resiko Ibu Hamil di Usia 30 Tahun ke Atas
Seperti biasa, banjir di Kampung Ledok berasal dari luapan Kali Jompo yang masuk ke emperan rumah warga. Akibatnya, barang jualan, mebeler, serta sejumlah perabotan rumah tangga dipastikan rusak karena banjir.
Sungai yang berdempetan dengan rumah bupati itu tidak mampu menampung air pasca diguyur hujan deras. Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 17.00. Hingga berita ini ditulis pukul 18.30, banjir tertinggi yakni mencapai tinggi 1,75 meter. Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir jutaan rupiah.
Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan, awal air masuk, dia bersama keluarga langsung mengungsi ke rumah warga yang lebih tinggi untuk mengamankan diri. Sebab, air masuk begitu cepat yang membuat panik seluruh isi rumah. "Agak kaget juga tadi, karena tinggi sekali, kami harus pindah bergeser ke RW sebelah, untuk mengamankan diri," katanya.
Menurutnya, kediamannya itu memang berada dalam dataran yang cukup rendah. Bahkan, setiap tahun menjadi langganan banjir dari luapan air sungai tersebut. "Ini tidak biasa, setiap tahun memang banjir, tapi tidak setinggi ini, seisi rumah lantai satu kami kena semua," katanya.
Dikatakan, dia belum dapat menaksir kerugian dari peristiwa tersebut. Namun, beberapa almari dan mebeler yang siap jual mengalami kerusakan. Bahkan, warga yang tinggal di sekitar Kampung Ledok juga mengalami hal serupa. Seluruh isi rumah basah. “Kerugiannya belum kami pastikan, yang penting orangnya selamat semua," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Jember Sigit Akbar menambahkan, air yang merendam kediaman orang nomor satu di Jember itu berhasil dikuras sekitar pukul 19.00 malam. Petugas BPBD menggunakan alat penyedot untuk mengeluarkan air tersebut. "Alhamdulillah, sudah tertangani, dan ini juga terjadi di beberapa tempat daerah perkotaan, artinya banjir ini merata," pungkasnya. BPBD mengimbau agar masyarakat waspada karena musim hujan diprediksi terus sampai pergantian tahun dan banjir bisa saja terjadi tanpa diduga. (mun/nur)
Editor : Safitri