BACA JUGA : Gereja Gresik Beri Santunan Anak Yatim Muslim
”Kami sudah menyampaikan telaah mengenai potensi kepadatan lalu lintas saat akhir tahun, tetapi dari pimpinan menyampaikan tidak ada penutupan jalan, sehingga kebijakan itulah yang kami laksanakan,” kata Agus Arif, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogjakarta seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta.
Menurut dia, salah satu alasan tidak melakukan penutupan jalan saat libur akhir tahun adalah tidak adanya kegiatan khusus untuk pergantian tahun yang diizinkan digelar di Kota Jogjakarta. ”Dengan kebijakan tersebut, dinilai tidak perlu melakukan penutupan jalan sehingga arus lalu lintas bisa mengalir,” ujar Agus Arif.
Jika di suatu ruas jalan terjadi peningkatan kepadatan lalu lintas, kata dia, akan dilakukan pengurangan arus lalu lintas masuk ke ruas jalan tertentu. Mengalirkan arus lalu lintas ke ruas jalan lain. Begitu volume kendaraan berkurang, arus akan kembali dibuka sehingga tidak arus lalu lintas tetap lancar.
Windarto, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogjakarta menjelaskan, pengaturan lampu lalu lintas di tiap simpang sudah cukup optimal untuk mengurangi potensi kepadatan lalu lintas. Sehingga strategi dijalankan adalah dengan mengoptimalkan kapasitas jalan, mengarahkan wisatawan mengambil jalur lebih panjang menuju lokasi wisata.
”Jika dilakukan penutupan jalan, lokasi tersebut akan langsung dipadati masyarakat untuk merayakan pergantian tahun dan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Makanya, kami memilih untuk tidak melakukan penutupan jalan.” jelas Windarto.
Sejumlah titik kepadatan lalu lintas yang perlu diantisipasi karena peningkatan volume kendaraan adalah di kawasan Titik Nol Kilometer Jogjakarta dan Tugu Jogjakarta. Warga pemakai kendaraan pribadi saat berwisata di Kota Jogjakarta diminta memahami potensi kepadatan lalu lintas tersebut sehingga membutuhkan waktu lebih lama sampai ke lokasi tujuan.
”Sebagian besar wisatawan dengan kendaraan pribadi akan masuk dari sisi timur Jogjakarta. Kondisi ini juga perlu diantisipasi karena ada potensi kenaikan kepadatan lalu lintas di sisi tersebut,” terang Windarto. Dinas Perhubungan Kota Jogjakarta memperkirakan ada sekitar satu juta kendaraan pribadi masuk Jogjakarta selama libur akhir tahun. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Hendra Nurdiyansyah/Antara
Sumber Berita:jawapos.com
Editor : Safitri