Keluarga korban, Bambang Sutrisno menceritakan, saat hujan deras sekitar pukul 19.00, dia mendapatkan informasi dari pihak rumah sakit bahwa Supeno dalam keadaan kritis. Tanpa pikir panjang, dia bersama sanak saudaranya langsung menuju rumah sakit.
BACA JUGA: Lagi-Lagi, Truk Bermuatan Berat Terguling di Tikungan Rawan Jalur Gumitir
“Kaget, karena bapak kami belum pulang, lalu dikabarkan kalau sudah dirumah sakit. Kami langsung menuju ke sana,” katanya, Kamis (22/12).
Bambang mengatakan, saat tiba di rumah sakit, Supeno telah terbaring lemah. Karena kondisinya yang kritis, keluarga diminta untuk tidak melakukan upaya apapun terhadap korban. “Kami hanya diminta banyak berdoa oleh dokter,” imbuhnya.
Sekitar pukul 00.00, loper koran Jawa Pos Radar Jember itu meninggal. Pihak keluarga tidak dapat berbuat banyak. Sebab, kronologi dan peristiwa tabrak lari itu tidak ada yang menyaksikan. Sekitar pukul 01.00 dini hari, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka. “Kami tuntaskan administrasinya di rumah sakit, setelah itu kami pulangkan,” terangnya.
Sehari-hari, korban bekerja menggunakan sepeda ontel untuk menjual koran. Paling lambat, korban tiba di rumah sebelum Isya. Namun, saat peristiwa itu terjadi, korban tidak datang sesuai dengan kebiasaannya. Selepas Isya, keluarga justru mendapatkan kabar tentang musibah tersebut.
Menurut Bambang, dari hasil visum pihak rumah sakit, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan luka memar di bahu, serta beberapa luka ringan di bagian tubuh lainnya. Kondisi menguatkan dugaan bahwa Supeno menjadi korban tabrakan. “Juga mengalami pendarahan di bagian kepala. Kalau dari hidung dan telinga tidak,” ucapnya.
Setelah korban dimakamkan, hari ini (22/12), Bambang mengaku ada salah seorang warga yang memberitahu bahwa telah ditemukan sepeda ontel dalam keadaan rusak. Sepeda itu berada di emperan ruko dekat jembatan Jalan Mastrip Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.
Dugaan tabrak lagi makin kuat, karena ada warga yang mengetahui adanya kecelakaan saat hujan deras. “Ada warga yang melihat dari kejauhan bahwa ada kecelakaan di dekat jembatan. Korban langsung dimasukkan dalam mobil,” jelasnya, saat ditemui di Polsek Sumbersari.
Bambang melaporkan peristiwa itu ke polisi. Pihak keluarga juga membawa beberapa bukti dan keterangan lain yang didapat di lokasi. “Kami baru bisa laporan, karena dari kemarin belum ada barang bukti yang cukup,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSD dr Soebandi Hendro Soelistijono mengungkapkan, Supeno meninggal di rumah sakit. “Betul, meninggal di Soebandi. Sedangkan kejadian lakanya, kami tidak tahu,” jelasnya. (*)
Reporter: Ahmad Ma’mun
Foto : Ahmad Ma’mun
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal