BACA JUGA : Australia – China Adakan Pertemuan untuk Perbaiki Hubungan Diplomatik
“Berdasarkan laporan rumah sakit, kejadan ini menimbulkan korban enam orang. Dua meninggal dunia, dua luka sedang/berat, dan dua orang luka ringan,” kata Dwiyana Slamet Riyadi, Direktur Utama PT KCIC dalam keterangan resmi diterima JawaPos.com, Selasa (20/12).
Pernyataan ini sekaligus menjawab konfirmasi JawaPos.com soal kepastian jumlah korban sebelumnya hanya disebut empat orang, pada Senin (19/12) kemarin. Lebih lanjut, Dirut KCIC memastikan, seluruh pekerja menjadi korban merupakan warga negara asal Tiongkok.
Mereka bekerja sebagai teknisi dari Kontraktor Sinohydro. Menurut dia, saat ini ada dua korban yang sedang dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Santosa Bandung. Sementara, dua lainnya mengalami lukan ringan telah diperbolehkan pulang.
Terkait jatuhnya korban jiwa dalam insiden anjloknya kereta teknis atau kerja KCJB, KCIC menyampaikan duka mendalam bagi keluarga dua tenaga kerja meninggal dunia. “Kami mengucapkan belasungkawa dan duka untuk keluarga korban meninggal dunia,” tuturnya.
Dalam hal ini, KCIC memastikan bahwa akan melakukan perawatan intensif kepada dua korban yang sedang dalam perawatan di rumah sakit. Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) melaporkan sebanyak 4 orang tenaga kerja menjadi korban dalam insiden kereta teknis.
Kejadian itu di jalur kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB), Minggu (18/12). Seluruhnya mengalami luka-luka, adapun dua orang diantaranya sudah diperbolehkan pulangMeski begitu, dalam sejumlah pemberitaan dikabarkan tenaga kerja menjadi korban dalam insiden itu.
Terkait itu, JawaPos.com sudah berupaya mengonfirmasi. Namun, hingga berita ini ditayangkan Rahadian Ratry belum juga memberikan jawaban. Sebelumnya, KCIC memastikan pihaknya bersama dengan pihak terkait sedang melakukan investigasi.
Ia memastikan bahwa kereta keluar jalur bukanlah rangkaian kereta cepat, melainkan kereta kerja berupa kolomtif kerja dan mesin pemasangan rel (ballasted. Kereta teknis yang anjlok di Desa Cempaka Mekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (18/12).
Editor : Winardyasto HariKirono
Foto:Antara
Sumber Berita:jawapos.com
Editor : Safitri