Transjakarta Buka Suara Sopir  Jadi Korban Penusukan

Safitri • Dipublikasikan Kamis, 24 November 2022 | 00:46 WIB
Keamanan dan keselamatan para sopir angkutan umum di Jakarta terusik, setelah terjadi peristiwa penusukan menimpa sopir Transjakarta.
Keamanan dan keselamatan para sopir angkutan umum di Jakarta terusik, setelah terjadi peristiwa penusukan menimpa sopir Transjakarta.
JAKARTA, RADARJEMBER.ID - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) buka suara soal seorang sopir  diduga tewas ditusuk di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (22/11) malam. Anang Rizkani Noor, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta mengatakan, kejadian penusukan tersebut terjadi di luar jam kerja pramudi tersebut.

BACA JUGA : Maluku Tenggara Diguncang Gempa Magnitudo 5.6

“Peristiwa itu kan di luar jam pekerjaan dia, itu ketika beliau pulang dan ada kejadian. Kita belum bisa memprediksi, mengambil kesimpulan terjadi,” ujar Anang kepada wartawan, Rabu (23/11). Ia mengatakan bahwa pihak Transjakarta masih menunggu laporan lengkap dari pihak kepolisian.

Ia memastikan bahwa pihak dia akan menemui pramudi dari Mayasari tersebut untuk menyampaikan duka cita.  “Pasti Transjakarta menemui keluarga korban dan menyatakan berduka cita,” ucap Anang. Ia memastikan akan mengevaluasi beberapa hal yang memang jika dalam laporan lengkap kepolisian ada terkait dengan sistem keamanan di Transjakarta.

Namun, jelas Anang, hingga sejauh ini, termasuk jam pulang pramudi larut malam tidak menjadi masalah utama kejadian tersebut terjadi. “Tidak terlalu malam, sudah biasa dan bukan hanya kejadian itu. Kita tidak tahu apa yang bakal terjadi ketika pergi dan pulang para sopir.” tegas Anang.

Sebelumnya, seorang sopir atau Pramudi bus Transjakarta ditemukan meninggal dunia dalam keadaan luka tusuk di dada sebelah kanan. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa, (22/11) kemarin sekitar pukul 23.19 WIB di Jalan Raya Bogor Km. 26 depan kantor Direktorat Standarisasi dan Pengendalian Mutu, Ciracas, Jakarta Timur.

Menurut Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono, kejadian tersebut diduga awalnya karena cekcok antar pelaku dan korban. Dari keterangan saksi, awalnya terlihat ada dua orang yang mengendarai motor berhenti di lokasi kejadian. “Lalu saksi 1 dan saksi 2 melihat ke dua orang tersebut  tadinya seperti orang sedang ngobrol, tetapi lama-lama terjadi ribut.” kata Jupriono.

Selang sekitar 10 menit setelah keributan tersebut, saksi kemudian melihat ada satu orang lagi yang datang ke tempat kejadian dan tak lama korban sudah tergeletak dengan luka tusuk di dada sebelah kanan. “Kemudian saksi 1 dan saksi 2 menghubungi pihak Kepolisian Polsek Ciracas Jaktim,” papar pria tersebut.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Ilustrasi: Istimewa

Sumber Berita:jawapos.com

 

 

  Editor : Safitri
Pembunuhan