BACA JUGA : Pemain Timnas Indonesia Tunggal Putra hingga Babak Kedua Australian Open
Insiden terakhir, sebuah mesin press gelas plastik senilai Rp 800 ribu digondol maling, setelah gerobak yang terletak di depan toko modern tersebut dibobol. Aksi pelaku sempat terekam CCTV, namun tidak begitu jelas.
Peristiwa ini dialami oleh dua pedagang UMKM yang ada di halaman Indomaret. Pertama Tasya Faradila yang bekerja bersama Putri. Kedua Rika Irawan. Mereka belum genap satu tahun berwirausaha di depan Indomaret tersebut.
Rika menceritakan, aksi maling kali pertama terjadi ada pada 15 November 2022. Saat itu dia menemukan gerobaknya sudah dicongkel oleh maling. Hal ini diketahui setelah keesokan harinya. Beruntung tidak ada barang yang hilang, sebab barang berharga telah dibawa pulang.
Dia menambahkan, setelah dilihat dari CCTV Indomaret, dia mengetahui ada orang berupaya membuka rak yang digembok. Namun, korban saat itu tidak meninggalkan barang berharga di dalamnya sehingga hanya barang-barang biasa saja. "Orang itu mencongkel rombong saya, untungnya waktu itu tidak barang berharga yang ditinggal disana," katanya.
Namun demikian, keberuntungan itu tidak dialami oleh Tasya Faradila, pedagang UMKM mitra Indomaret yang berada di samping Rika Irawan. Pada kejadian kedua, tanggal 16 November 2022 atau sehari setelahnya, mesin press gelas plastik miliknya raib diambil maling. Hal ini juga diketahui melalui pantauan Cctv Indomaret.
Tasya mengatakan, saat di pantau dari CCTV, pelaku mengambil barang tersebut sekitar pukul 03.00 dengan ciri-ciri mengendarai sepeda motor jenis matic. Pelaku membobol rak rombong tempat dimana mesin itu disimpan. "Mesin itu memang ditaruh di rak rombong, lalu digembok, nah pelaku membobol itu dan mengambilnya," katanya.
Menurutnya, mesin itu menjadi alat utama untuk mengemas minuman yang ia jual. Tasya juga menyebut, harga mesin itu senilai Rp 800 ribu. Saat ini, dia terpaksa mengemas minumannya secara manual. "Iya, lumayan mahal harganya, karena itu otomatis langsung mengemas minuman dengan cepat," imbuhnya.
Tasya juga menuturkan, sejauh ini dirinya menjadi mitra Indomaret masih dua bulan. Bahkan, penghasilan setiap harinya juga belum menutupi pada modal awal. "Iya belum nutut, wong baru berjalan dua bulan disini," tuturnya saat ditemui di tempat kerjanya. Rencananya, kasus ini pun akan dilaporkan ke kepolisian.
Sementara itu, pihak perusahaan Indomaret, Ahmad Dwi Yoga saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember mengenai hal kasus pencurian itu belum memberikan jawaban. Bahkan, ketika ditanya tentang keamanan di halaman Indomaret ke depan juga belum direspon. (mun/nur)
Editor : Safitri