Irawati, sang istri, mengatakan, saat hujan turun ia sedang di dalam warung bersama sang suami dan anak balitanya. Warga asal Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan ini, baru saja selesai membuatkan kopi ketika hujan yang disertai angin mengguyur kawasan itu. Tiba-tiba, Irawati cemas. Hatinya mendadak waswas.
BACA JUGA: 5 Pohon di Rambipuji Jember Tumbang, 3 Warung Rusak dan 1 Orang Terluka
“Sebenarnya, saya sudah berusaha mengajak Pak Willy keluar dari warung. Namun, karena saat itu beliau sedang salat Duhur. Sehingga saya keluar membawa anak. Sementara suami masih meneruskan salat,” tutur Irawati.
Ketika dirinya berada di luar kedai, tiba-tiba pohon jati di belakang warungnya roboh dan menimpa lapaknya. Padahal saat itu, suaminya sedang salat di dalam. Irawati pun panik. Hatinya makin galau. “Saat itu, suami sedang salat di atas dipan dalam warung. Alhamdulillah, suami selamat. Pohon itu roboh persis di sisi selatan dipan tempat Pak Willy beribadah,” ujarnya.
Sekitar pukul 14.00 WIB, hujan yang disertai angin kencang memang menerjang wilayah Kecamatan Rambipuji. Kala itu, Willy tengah salat Duhur. Baru dapat dua rakaat, pohon jati milik Perhutani yang berdiri di belakang warung mendadak tumbang dan menimpa lapaknya. Willy pun bergeming. Dia tetap menyelesaikan salat hingga rakaat keempat.
Warung milik Irawati ini berjejer di antara deretan kedai yang berdiri di sepanjang timur Jalan Airlangga. Kios itu ia gunakan sebagai tempat berjualan kelinci dan burung puyuh. Akibat pohon tumbang ini, usahanya terimbas. Beberapa kelinci dan burung dagangannya lepas. Sebagian besar bangunan warung juga hancur. Di dalam warung juga ada sepeda motor Honda Supra X.
Kepada Jawa Pos Radar Jember, Willy mengaku bersyukur meski warung tempat usahanya hancur. Yang penting, kata dia, anak dan istrinya selamat. Keduanya keluar lebih awal sebelum pohon ambruk. “Alhamdulillah tidak ada korban. Walaupun sebagian bangunan warung dan barang-barang di dalamnya hancur. Termasuk tempat berjualan kelinci dan burung,” ucapnya. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal