BACA JUGA : Konser Akhir Tahun KOI Fest 2022, Dimeriahkan Kahitna hingga The Groove
Lantaran Gedung VVIP ini memiliki konsep wantilan dan ber-arsitektur Bali.Nuansa seni dan budaya Bali sangat tampak di Gedung VVIP yang bertuliskan Aksara Bali dengan nama Kreta Bhawana Sanggraha, bermakna tempat persinggahan Pemimpin Dunia.
Gedung VVIP ini telah dimanfaatkan sebagai tempat penyambutan kedatangan Kepala Negara dan Delegasi Presidensi G20.MenurutDr.Eng. Ir. I Wayan Kastawan, ST., MA, dosen arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Gedung VVIPitu berhasil diwujudkan.
Wayan menambahkan, pembangunan gedung VVIP itu bisa dirampungkan, setelah pemerintah memberikan kepercayaan untuk mendesain pembangunan monumental di era kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster.
Desain Gedung VVIP Bandara yang berlokasi di Desa Adat Tuban tersebut, kata Wayan Kastawan, mengambil ide besar dari tema Presidensi G20, yaitu Recover Together, Recover Stronger.
“Tema Presidensi G20 memiliki nilai sosialnya, sehingga saya mentransformasikan nilai nilai sosial dalam tema Presidensi G20 tersebut kedalam bentuk bangunan yang dikolaborasikan dengan nilai nilai arsitekur Bali, salah satunya bernama Wantilan,” ujar arsitek ternama itu.
Kastawan menjelaskan, Wantilan memiliki fungsi untuk tempat berkumpulnya masyarakat Adat Bali dalam kegiatan rapat (sangkep).“Dari konsep itulah saya mendesain Gedung VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan gaya Wantilan.”imbuh Wayan.
Sementara, Chairwoman of Bali Hotels Association (BHA), Fransiska Handoko sangat menyambut baik dan turut berbangga atas diresmikannya Gedung VVIP Kreta Bhawana Sanggraha di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Bila dinilai secara dampak kepariwisataan, lanjutnya, gedung ini adalah bagian dari fasilitas pendukung untuk menyambut tamu Negara, Kepala Negara dan Delegasi Presidensi G20 dengan memberikan kenyamanan dan kemanan setiba di Pulau Bali. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Humas Pemrov Bali for Bali Express
Sumber Berita: Bali Express Editor : Safitri