Kecelakaan ini tak sampai membawa korban jiwa. Karena saat kendaraan bermuatan pasir 38 ton itu celaka, sopir dan seorang kernet berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari kendaraan. “Truk berjalan mundur tanpa kendali setelah tidak kuat menanjak di jalan menikung,” kata Imam Wahyudi.
BACA JUGA: Berkendara Malam Hari Tanpa Lampu Jadi Penyebab Kecelakaan di Jember
Menurutnya, sebelum mengalami kecelakaan, gigi persneling berada di posisi tiga. Sebenarnya, dia mau memindah ke gigi yang paling rendah, tapi sudah tidak bisa. “Selang angin bocor, sehingga tidak berfungsi lagi. Bahkan untuk memindah gigi persneling saja susah,” ujarnya.
Tak hanya persneling, imbas selang angin bocor juga membuat setir tak bisa dibelokkan. Padahal, saat melintas di jalan menanjak dan menikung itu, dirinya sudah mengurangi kecepatan laju kendaraan. “Karena tidak kuat menanjak, akhirnya berjalan mundur,” ungkapnya.
Ketika situasi darurat itu, Imam dan temannya masih sempat menyelamatkan diri. Keduanya langsung melompat dan berlari di belakang truk. Mereka berteriak dan melambaikan tangan agar kendaraan yang searah dari Jember berhenti dan menjauh. “Tiba-tiba truk berjalan lurus dan masuk ke jurang,” tutur Imam.
Kapolsek Silo AKP Tanto membenarkan kecelakaan tunggal tersebut. Menurutnya, truk bermuatan pasir Lumajang ini melaju dari arah Jember dengan tujuan Banyuwangi. Namun, sesampainya di lokasi kecelakaan, tiba-tiba selang rem angin jebol. “Kami mengimbau kepada sopir muatan berat agar mengecek kondisi mesin, serta kelayakan kendaraan. Biar tidak ada masalah dalam perjalanan,” imbaunya. (*)
Reporter: Jumai
Foto: Jumai
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal