Setelah diperiksa, kertas-kertas yang terbakar itu diduga berkas Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) kinerja pemerintah desa setempat. Disinyalir, berkas LPJ dan SPJ itu sengaja dibakar orang tak dikenal (OTK), karena Inspektorat Jember bakal melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait penyelenggaraan pemerintahan di desa setempat.
Dugaan sabotase ini menguat, lantaran di Desa Wonojati baru saja ada pergantian kepala desa antar waktu (PAW). Kades sebelumnya, Muhammad Mukip, lengser keprabon setelah tersangkut kasus narkotika. Dia digantikan oleh Abdurahman yang terpilih melalui mekanisme PAW. Berkas yang terbakar tersebut ditengarai merupakan arsip LPJ dan SPJ di zaman pemerintahan kades sebelum PAW.
Beruntung, terbakarnya meja dan tumpukan kertas itu segera diketahui, sehingga tak sampai merembet ke bangunan. Meski tidak sampai merembet ke kusen dan bangunan, namun aksi sabotase itu mengakibatkan kaca kantor pecah.
Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, peristiwa ini kali pertama diketahui oleh Rohema, pegawai yang biasa bersih-bersih saat pagi menjelang kantor buka. Perempuan 60 tahun ini datang ke kantor sekitar pukul 05.00 WIB. “Saat itu, Rohema melihat pintu ruang kantor sudah terbuka dan ada kepulan asap dari dalam,” kata Abdurahman, Kepala Desa Wonojati.
Pelaku disinyalir masuk ke ruang kantor dengan cara merusak grendel yang ada di atas. Karena saat sebelum kejadian, pintu dalam posisi terkunci. Pelaku yang masuk ke ruang staf kemudian merangsek ke ruang komputer dan tempat arsip yang ada di sisi timur. “Untuk bisa masuk ke ruang arsip, pelaku merusak pintu dengan cara mencongkel kunci hingga jebol,” katanya.
Abdurahman memastikan, tumpukan kertas yang dibakar itu merupakan arsip LPJ dan SPJ yang diambil dari lemari. Jumlahnya cukup banyak karena berkas yang dibakar mulai dari tahun 2016, 2017, 2018, 2019, 2020 dan 2021. “Agar tidak kelihatan dari luar, arsip yang diambil dari lemari itu ditutupi meja kerja yang posisinya dibalik,” ungkapnya.
Beruntung, pelaku hanya menyasar arsip berbahan kertas saja. Tidak sampai merusak perangkat komputer yang di dalamnya ada catatan kegiatan pemerintahan sebelumnya. Sehingga seluruh dokumen dan arsip yang ada di peranti digital tersebut masih aman.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jenggawah Aiptu Ahmad Rinto mengatakan, pelaku masuk ke ruangan dengan cara merusak grendel pintu. Selanjutnya, pelaku masuk ke ruang arsip dengan cara menjebol pintu dalam kantor. “Pelaku diperkirakan lebih dari satu orang. Mereka mengambil seluruh arsip mulai tahun 2016 hingga 2021,” jelasnya. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal