Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Indonesia Peringkat Empat Dunia Pengguna Internet

Safitri • Kamis, 27 Oktober 2022 | 22:24 WIB
Photo
Photo
SOLO, RADARJEMBER.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar seminar hybrid mengusung tema Demokrasi dan Kepemimpinan di Era Digital di UNS INN.

Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pendidikan, Inovasi, dan Daerah Terluar sebagai pemateri memaparkan, orang memiliki akses ke telepon, komputer, dan internet belum tentu memiliki pengetahuan penggunaan dengan baik. Sehingga dibutuhkan literasi digital.

BACA JUGA : Kepemilikan SIM Perlu Ditingkatkan

”Literasi digital merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif maupun teknikal,” kata pria akrab disapa Billy Mambrasar tersebut.

Menurut Billy, terdapat tiga framework digital literasi. Pertama, hak dan mesti diketahui pengguna internet. Kedua, pentingnya kesadaran dan pemahaman terkait keselamatan dan keyamanan pengguna internet. Ketiga, membantu pengguna internet menghasilkan karya produktif dan bermanfaat untuk orang banyak.

”Diperkirakan pada 2030 nanti, 80 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif atau usia muda,” ungkap dia.Untuk itu, butuh peran penting memampukan anak-anak muda. Indonesia menjadi negara pengguna internet terbanyak keempat di dunia dan memiliki penetrasi internet sebesar 73,7 persen dari total populasi 202,6 juta pengguna.

Proporsi penggunaan internet di setiap daerah di Indonesia memiliki perbedaan cukup signifikan. Di Papua dan Papua Barat sejauh ini masih tergolong cukup rendah secara nasional, namun terjadi peningkatan signifikan. Angka terakhir pada 2021 di Papua Barat penggunaan internet sudah hampir 50 persen.

”Presiden memerintahkan juga bukan hanya infrastrukturnya saja, tetapi juga harus dilatih orang-orang yang memampukan populasi tersebut untuk menggunakan internet,” imbuh Billy.Jamal Wiwoho Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) mengatakan, dalam ruang demokrasi saat ini dikuasai lingkaran elitis, tokoh lokal, dan tokoh pengusaha.

”Di sinilah sebetulnya peran anak-anak muda, peran-peran milenial sangat dibutuhkan di dalam mengelola demokrasi kita di masa-masa yang akan datang. Apalagi di bidang dialog publik, misalnya saja sudah banyak tampil kaum milenial dari Papua, ha;l tersebut tentulah sangat membanggakan ,” ujar Jamal.

Ia menambahkan, kalangan milenial dari Papua dikenal sangat menghargai pendidikan dan menjunjung tinggi kemajuan peradaban.Teguh Prakosa, Wakil Wali Kota Solo menyebut, demokrasi Indonesia sudah begitu bebas, tak bisa membedakan demokrasi santun atau  mengolok-olok.(*)

Editor:Winardyasto HariKIrono

Foto:Dok.Pribadi

Sumber Berita: Jawa Pos Radar Solo

  Editor : Safitri
#digital