Program Sweet Seventeen E-KTP dilakukan dengan menyasar sekolah-sekolah. Baik SMA dan SMK, negeri maupun swasta di Kendal. Selain itu pondok pesantren dengan sasaran para santriwan- santriwati.
BACA JUGA : Langkah Pemerintah Lumajang dalam Menekan Peredaran Sirup Berbahaya
Ratna Mustika Ningsih, Kepala Disdukcapil Kendal, mengatakan program Sweet Seventeen upaya jemput bola untuk mempercepat pendataan kependudukan. Khususnya bagi anak yang telah tumbuh dewasa.
“Jadi mereka yang berulang tahun hadiahnya KTP Elektronik. Dengan KTP mereka memiliki hak dan kewajiban penuh sebagai warga negara,” kata Ratna. Di Pondok Pesantren Manbaul Hikmah dan SMK Takhassus Mororejo ada 158 santri san siswa mendapatkan KTP elektronik.
KTP simbolis diserahkan Bupati Kendal kepada para santri. Program ini akan terus berlanjut secara maraton ke pondok-pondok pesantren lain di Kendal. Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan program Sweet Seventeen merupakan inovasi brilian.
Sebab membantu percepatan dalam pendataan penduduk. “Harapannya bisa terus dijalankan, sehingga warga bisa terbantu. Siswa maupun santri tidak terganggu kegiatan belajar mengajar,” terang Dico.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Budi Setiyawan/Jawa Pos Radar Semarang
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Semarang
Editor : Safitri