BACA JUGA : Bharada E Tak Ikut Susun Rencana Pembunuhan Brigadir J
Sebelum masuk ke dalam rumah, Rina turun dari dalam mobil bersama keluarga dan anak-anaknya dari Asrama Arhanud, di Jalan Ksatrian, Jatingaleh, Kecamatan Candisari. Terlihat ibu tiga anak ini berjalan sedikit tertatih-tatih, akibat terkena luka tembak dilakukan oleh tersangka Sugiono alias Babi.
Awalnya, Rina terlihat tegar. Namun, saat reka adegan penembakan, Rina yang melihat dengan duduk di kursi, langsung menangis. Kemudian oleh kerabatnya, langsung dibawa masuk ke dalam rumah. “Tadi melihat langsung masih takut. Masih trauma. Semuanya (melihat pelaku dan tembakan),” ungkap Rina kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (18/10) kemarin.
Rina mengaku, tak mengenal para pelaku. Bahkan tak menyangka, penembakan ini dalangnya adalah suaminya sendiri, almarhum Kopral Dua (Kopda) Muslimin. Menurut wanita itu, ia juga tidak mengetahui adanya gelagat ataupun rencana sang suami untuk menghabisi nyawanya dengan menyewa pembunuh bayaran.
“Saya tidak tahu kalau itu. Ya terus terang kecewa. Mereka (para pelaku), saya juga gak tau. Katanya pernah kesini. Ya mungkin sekilas pernah bikinin kopi kalau ada tamu. Ya semoga diberikan hukuman setimpal dengan perbuatannya,” jelas Rina menuntut keadilan atas kasus tersebut.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Istimewa
Sumber Berita Jawa Pos Radar Semarang
Editor : Safitri