BACA JUGA : Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, BPBD Jember Dirikan Posko Siaga Bencana
“Rabu (19/10) dari tim akan melakukan ekshumasi atau gali kubur. Kami sudah mendapat dua korban yang akan dilakukan ekshumasi pada Rabu,” kata Irjen Pol Dedi Prasetyo, Kadiv Hunas Polri, di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (15/10).
Kendati demikian, Dedi belun merinci ihwal dua jenazah yang akan diotopsi ulang. Dia hanya memastikan proses ekshumasi akan dilakukan di Malang. “Nanti saat ekshumasi akan kita sampaikan juga. Tentunya dalam masalah ekshumasi Polri tidak bekerja sendiri,”kata Dedi.
Untuk itu, Polri bekerja sama dengan Kedokteren Forensik Indonesia kemudian dengan Dokter DVI di Malang maupun di Jatim. Sebelumnya, kerusuhan terjadi usai laga Arema Malang melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (2/10).
Pertandingan itu berakhir dengan skor akhir 2-3 untuk kemenangan Persebaya dan menjadi kekalahan kandang pertama Arema dari klub Surabaya itu dalam 23 tahun terakhir. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mencatat data jumlah korban meninggal sebanyak 125 orang.
Data terakhir menyebutkan jika korban jiwa mencapai 131 orang. Data sementara diperoleh dari hasil asesmen yang dilakukan Dokter Kesehatan (Dokes) Polda Jawa Timur dan Tim DVI pada Minggu, pukul 15.45 WIB.
“Data terakhir yang dilaporkan meninggal dunia 129 orang, tetapi setelah ditelusuri di rumah sakit terkait menjadi 125 orang,” kata Ketua Tim DVI Polri Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan.
Selain korban tewas, insiden kemanusiaan itu melukai lebih dari 700 orang. Para korban mengalami luka-luka karena terinjak, patah tulang, dislokasi, engsel lepas, mata perih, dan kadar oksigen rendah.
Editor : Winardyasto HariKirono
Foto:Viki Febrianto/Antara
Sumber Berita:jawapos.com
Editor : Safitri