Penolakan serupa juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, yang logo organisasi para ulama ini dicatut dalam publikasi acara "Surabaya Islamic Festival" tersebut.
Sekretaris PWNU Jatim, Prof Akh. Muzakki, menegaskan, PWNU Jatim sama sekali tidak terlibat dan melibatkan diri dalam penyelenggaraan acara hijrahfest (Surabaya Islamic Festival) di JX Surabaya.
"PWNU Jatim memprotes keras dan mendesak pihak penyelenggara untuk meminta maaf 1 x 24 jam atas pencatutan logo NU dalam penyelenggaraan acara hijrahfest di JX tersebut," tutur Akh Muzakki, dalam keterangan, Kamis (13/10).
Seperti diketahui, sempat tersiar di media sosial pernyataan Arie Untung, seorang dari kelompok Hijrahfest, yang menyelenggarakan acara dengan menempelkan nama "Surabaya" dalam "Surabaya Islamic Festival". Dia menyebut acara itu direstui kalangan kiai di NU Jatim. Sontak hal itu mendapat respons dari masyarakat, khususnya warga nahdliyin yang menyayangkan klaim dukungan dimaksud.
Dalam video yang beredar, Arie Untung memberi pernyataan bersama M. Hasan Ubaidillah. Terkait hal ini, Hasan Ubaidillah mengaku bahwa Hijrafest Surabaya Islamic Festival saat ini belum mendapatkan restu dari MUI Jatim maupun PWNU Jatim.
Dia juga meminta agar pernyataan yang pernah dibuat berupa imbauan dan ajakan meramaikan acara yang berasal darinya agar tidak dikeluarkan dan tidak dipublikasikan. "Demikian, atas pengertian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih," tulis Hasan Ubaidillah, tertanggal Surabaya, 10 Oktober 2022.
Pernyataan Sikap MUI Jatim
Nahdlatul Ulama bersama para kiai pesantren secara tegas menyatakan sikapnya atas acara yang digelar kelompok yang terindikasi gerakan yang cenderung mendiskreditkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila. Di antara mereka, terdapat sejumlah nama yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung organisasi yang telah dilarang secara resmi oleh Pemerintah Indonesia.
Selain PWNU, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim pun memberi pernyataan sikap atas pencatutan nama MUI dalam acara tersebut.
"MUI Jatim menyatakan sikap bahwa tidak ada keikutsertaan dan tidak melibatkan diri dalam penyelenggaraan kegiatan hijrahfest (Surabaya Islamic Festival) 2022 di Jatim Expo Surabaya," tutur Ketua MUI Jatim, KH Ahsanul Haq.
Sebagaimana PWNU Jatim, MUI Jatim pun menyatakan dengan tegas dan menuntut agar kelompok Hijrahfest untuk minta maaf dalam waktu 1 kali dalam 24 jam.
"MUI Jatim menolak keras adanya pencantuman logo MUI dalam acara tersebut dan mendesak penyelenggara untuk meminta maaf dengan kurun waktu 1 x 24 jam," tuturnya. (*) Editor : Maulana Ijal