Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Materi tentang Kebencanaan Sangat Penting Diajarkan Sejak Dini

Safitri • Rabu, 12 Oktober 2022 | 22:16 WIB
Caption Foto :  Rektor UIN Datokarama Palu Prof Sagaf S Pettalongi MPd
Caption Foto :  Rektor UIN Datokarama Palu Prof Sagaf S Pettalongi MPd
Palu, RADARJEMBER.ID - Pemahaman kebencanaan harus diajarkan sejak dini kepada siswa di semua tingkatan pendidikan sekolah, hal itu diungkapkan pakar manajemen pendidikan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu Prof Dr Sagaf S Pettalongi MPd, di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, terkait implementasi pengurangan risiko bencana.

BACA JUGA : Cara Kelola Stres agar Tak Berujung Gangguan Kesehatan Mental

"Materi pembelajaran mengenai pengetahuan bencana, penanggulangan dan pengurangan risiko bencana ini sangat penting untuk diajarkan sejak dini kepada siswa," katanya.

Menurut Rektor UIN Datokarama ini, pemahaman kebencanaan tidak sekedar mengenalkan potensi dan jenis bencana kepada peserta didik, melainkan juga diikutkan belajar cara penyelamatan diri berupa evakuasi mandiri atau evakuasi komunal dan kesiapsiagaan.

Sagaf mengatakan pemahaman kebencanaan di satuan pendidikan sekolah merupakan upaya mitigasi non fisik yang dapat dipadukan dengan nilai-nilai kearifan lokal di daerah.

Penguatan sumber daya manusia tentang pemahaman kebencanaan sejak dini, ujar dia, merupakan suatu upaya untuk pengurangan risiko dan dampak bencana, sekaligus upaya kemanusiaan untuk penyelamatan nyawa manusia.

"Di sinilah guru atau tenaga pengajar dituntut untuk berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran di kelas sekolah," ujarnya.

Menurut dia, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah belum ada mata pelajaran khusus mengenai kebencanaan di sekolah, sehingga perlu kebijakan pemerintah untuk mengarusutamakan pembelajaran tersebut dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

"Hal ini sangat penting mengingat rentannya negara kita terhadap bencana alam, termasuk di wilayah Provinsi Sulteng," ujarnya.

Mitigasi non-fisik tersebut, jelas dia, perlu diikutkan dengan mitigasi fisik di antaranya melakukan memetakan wilayah rawan bencana dan memasang rambu-rambu atau tanda.

"Penetapan wilayah zona merah, jalur evakuasi, titik kumpul sementara dan titik kumpul akhir," ucapnya. (*)

Foto : ANTARA/Muhammad Hajiji

Sumber Berita : Antara Editor : Safitri
#Bencana