Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Obat Batuk Bikinan India Tewaskan Puluhan Anak Gambia

Safitri • Selasa, 11 Oktober 2022 | 21:54 WIB
Caption: Jumlah anak di Gambia yang meninggal akibat luka pada ginjal terkait sirup obat batuk buatan India kini menjadi 69 jiwa.
Caption: Jumlah anak di Gambia yang meninggal akibat luka pada ginjal terkait sirup obat batuk buatan India kini menjadi 69 jiwa.
GAMBIA, RADARJEMBER.ID - Ahmadon Lamin Samateh  Menteri Kesehatan Gambia mengonfirmasi kabar menyedihkan itu. Samateh mengatakan dia juga kehilangan keponakannya karena cedera ginjal.

BACA JUGA : Profil Irjen Pol Teddy Minahasa Putra

Ada tambahan 3 anak meninggal pada Sabtu (8/10), sehingga jumlah korban jiwa menjadi 69. Sehari sebelumnya Presiden Gambia Adama Barrow mengatakan bahwa kasus dan kematian terkendali.

“Terkendali dengan hanya dua diagnosis dalam dua minggu terakhir,” sebut Adama Barrow. Sementara itu, para ibu korban menuntut keadilan atas kematian yang dialami buah hati mereka. Salah satunya disuarakan oleh ibu bernama Mariam Kuyateh.

Putra ibu ini berusia 20 bulan, Musa, meninggal setelah minum sirup obat batuk buatan India. Obat tersebut telah dikaitkan dengan cedera ginjal akut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mariam Kuyateh menjelaskan bahwa awalnya anaknya menderita flu. Setelah dia diperiksa oleh dokter, suaminya membeli sirup untuk mengobatinya. “Ketika kami memberinya sirup, flunya berhenti, tetapi itu menyebabkan masalah lain,” kata Kuyateh.

“Anak saya tidak bisa buang air kecil,” imbuh Mariam. Dia kembali ke rumah sakit dan Musa dikirim untuk tes darah. Dia diberi perawatan dan kemudian dipasang kateter, tetapi tetap tidak bisa buang air kecil.

Akhirnya, Musa dioperasi. Tapi, setelah itu tetap tidak ada perbaikan. “Dia tetap tidak bisa pipis hingga meninggal,” imbuh Kuyateh. Awal pekan ini, WHO mengeluarkan peringatan global terkait empat sirup obat batuk sehubungan dengan kematian anak di Gambia.

Produk itu adalah Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup diproduksi oleh perusahaan India, Maiden Pharmaceuticals, gagal memberikan jaminan keamanannya.

Pemerintah India sedang menyelidiki kasus tersebut. Perusahaan belum menanggapi permintaan komentar dari BBC. Ada banyak kemarahan di Gambia atas apa yang telah terjadi. Ada seruan berkembang untuk memaksa pengunduran diri Menteri Kesehatan Ahmadou Lamin Samateh.

Bersama dengan penuntutan importir obat-obatan ke negara itu. “Jadi kami membutuhkan keadilan, karena para korban adalah anak-anak yang tidak bersalah,” kata Kuyateh. Aisha berusia lima bulan adalah korban lainnya.

Ibunya, Mariam Sisawo, menyadari suatu pagi bahwa setelah minum sirup obat batuk buatan India, bayinya tidak bisa buang air kecil. Pada saat ke rumah sakit, ia diberitahu bahwa tidak ada yang salah dengan kandung kemih putrinya. Aisha dirujuk ke rumah sakit di ibu kota, Banjul.

“Putri saya mengalami kematian yang menyakitkan. Pada waktu tertentu ketika para dokter ingin memasang infus padanya, mereka tidak dapat melihat pembuluh darahnya. Saya dan dua perempuan lain di bangsal yang sama, kami semua kehilangan anak-anak kami,” tambahnya.

Gambia saat ini tidak memiliki laboratorium yang mampu menguji apakah obat-obatan aman atau tidak. Berdasar itu, obat yang diduga bermasalah harus dikirim ke luar negeri untuk diperiksa.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Reuters

Sumber Berita:jawapos.com

  Editor : Safitri
#obat