Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bek Madura United Ajak Semua Pihak Introspeksi agar Tragedi Tak Terulang

Safitri • Rabu, 5 Oktober 2022 | 21:48 WIB
Caption Foto :  Warga menyalakan lilin saat doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan, di bawah tugu MTQ Square, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (4/10/22).
Caption Foto :  Warga menyalakan lilin saat doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan, di bawah tugu MTQ Square, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (4/10/22).
Jakarta, RADARJEMBER.ID – Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan supporter meninggal dunia menyisakan duka salah satu pemain Madura United Fachruddin Aryanto.

BACA JUGA : Ikadin Jember Siap Beri Bantuan Hukum

Bek Madura United itu mengajak semua pihak belajar dan merenungi tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, seusai pertandingan antara tuan rumah Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) lalu.

Pemain asal Klaten itu menjelaskan, semua pihak perlu mengambil pelajaran dari tragedi tersebut dengan tujuan agar hal tersebut tidak terulang kembali pada masa yang akan datang, baik di dunia sepak bola atau cabang olahraga yang lain.

Dia menambahkan, agar semua pihak agar tak saling menyalahkan serta saling introspeksi diri, terlebih tragedi tersebut menjadi duka bagi seluruh dunia.

"Ayo bersama-sama mengambil hikmah dari tragedi Kanjuruhan. Tidak ada satu pun yang menginginkan tragedi itu terjadi dan tiada yang berharap terjadi lagi. Jadi semua harus belajar agar tidak terulang kembali, sekaligus saling merenungi. Bukan hanya pemain suporter, penyelenggara, pengamanan, tapi semuanya," ungkapnya.

Senada dengan Fachruddin, gelandang senior Madura United Slamet Nurcahyo mengatakan tragedi itu bisa membuat trauma banyak pihak dan dirinya berharap tidak ada oknum-oknum yang memperkeruh situasi ini.

"Harapan saya, tiada yang membuat keruh. Walaupun sejauh ini pemerintah dan semua pihak sudah gerak cepat. Kami semua harus dukung upaya tersebut. Karena, kita semua sedang berduka dan belajar dari tragedi itu," terangnya.

Akibat kejadian tersebut, PT LIB serta PSSI memilih untuk melakukan penundaan kompetisi Liga 1 Indonesia hingga dua pekan ke depan. Selain itu, penundaan ini akan ditangguhkan ketika sudah adanya perbaikan di sisi penyelenggaraan kompetisi. (*)

Foto : ANTARA FOTO/JOJON

Sumber Berita : Antara Editor : Safitri
#Tragedi Kanjuruhan