Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

250 Ribu Mahasiswa Indonesia Terpapar Narkoba

Safitri • Rabu, 5 Oktober 2022 | 01:45 WIB
Photo
Photo
TANGERANG, RADARJEMBER.ID - Data mahasiswa yang terpapar narkoba tersebut disampaikan Ketua DPP Asosiasi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Zainal Arifin. Dia meminta setiap perguruan tinggi aktif terlibat dalam  pencegahan penyalahgunaan narkoba di kampus.

BACA JUGA : Berharap Tragedi Kanjuruhan Diusut Tuntas

’’Kami menggalang kerja sama membentuk aliansi kampus bersih dari narkoba. Kepedulian kampus diharapkan juga tinggi,’’ kata Zainal Arifin pada seminar kesehatan nasional Gaya Hidup Sehat dan Produktif Tanpa Narkoba di Universitas Terbuka di Pondok Cabe, Tangerang., Senin (3/10) kemarin.

Zainal mengatakan, saat ini jumlah mahasiswa di seluruh Indonesia sekitar 8 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, diperkirakan ada 250 ribu mahasiswa terpapar narkoba. Baik itu sebagai pengguna, pengedar, dan lainnya. Menurut dia, kondisi tersebut harus ditangani. Jika tidak, akan berujung tsunami sosial pada masa depan.

Zainal menjelaskan, tingginya pengguna narkoba berkaitan dengan tatanan sosial. Sebab, 13 persen dari pengguna narkoba, mengalami kecanduan atau adiksi. Selain itu juga mengalami ’’Saya melihat sampai sekarang belum ada penurunan prevalensi narkoba di Indonesia,’’ tutur Zainal Arifin.

Dia mengatakan, pemerintah saat ini menggulirkan program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Di lingkungan perguruan tinggi, program P4GN akan diintegrasikan dengan tri dharma perguruan tinggi. Meliputi kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Zainal prihatin dengan kondisi saat ini. Sebab diperkirakan setiap hari tidak kurang dari 30 orang menjadi korban peredaran narkoba. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, terjadi peningkatan prevalensi narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. Pada 2019 tercatat 1,1 persen kemudian naik menjadi 1,38 persen pada 2021.

Sedangkan secara umum, prevalensi pengguna narkoba pada 2019 tercatat 1,8 persen (3,41 juta jiwa) naik menjadi 1,95 persen (3,66 juta jiwa) pada 2021. Vinna Tauria, Konselor Adiksi Muda dan Sub Koordinator Rehabilitasi BNN Kota Tangerang Selatan  mengatakan, tiga dari seribu pelajar atau mahasiswa menerima bila diberi narkoba.(*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Ilustrasi:Dok.Jawa Pos

Sumber Berita:jawapos.com Editor : Safitri
#narkoba