Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Berharap Tragedi Kanjuruhan Diusut Tuntas

Safitri • Rabu, 5 Oktober 2022 | 00:19 WIB
Caption Foto :  Ratusan suporter bola di Kota Medan, Sumatera Utara menyalakan 1.000 lilin hingga doa bersama di Taman Ahmad Yani, Medan pada Senin malam, sebagai bentuk berduka cita dan belasungkawa atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, y
Caption Foto :  Ratusan suporter bola di Kota Medan, Sumatera Utara menyalakan 1.000 lilin hingga doa bersama di Taman Ahmad Yani, Medan pada Senin malam, sebagai bentuk berduka cita dan belasungkawa atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, y
Sumatera Utara, RADARJEMBER.ID - Pengusutan secara tuntas tragedi kericuhan yang menewaskan ratusan orang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10), disampaikan suporter Aremania di Kota Medan, Sumatera Utara.

BACA JUGA : Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama

"Kami berharap kasus ini diusut tuntas, karena kasus ini merupakan tragedi besar kemanusiaan yang sangat memilukan," kata Ketua Umum Aremania Medan Ahmad saat aksi menyalakan 1.000 lilin di Taman Ahmad Yani, Kota Medan pada Senin malam.

Aksi menyalakan 1.000 lilin hingga doa bersama yang dilakukan ratusan suporter bola di Kota Medan ini sebagai bentuk berduka cita dan belasungkawa atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Ahmad menganggap peristiwa Kanjuruhan merupakan tragedi yang sangat merugikan bagi dunia sepak bola Indonesia. Dirinya berharap kejadian tragis di Kanjuruhan tersebut tidak terulang lagi.

"Tragedi Kanjuruhan ini menjadi catatan kelam dalam sejarah sepak bola dunia. Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi," katanya.

Duka cita mendalam atas tragedi yang terjadi setelah pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya tersebut.

"Kami mengucapkan turut berbelasungkawa terhadap kawan-kawan yang gugur di tribun dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," ujarnya.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur terjadi pasca laga BRI Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 2-3, terjadi setelah penembakan gas airmata oleh pihak kepolisian.

Pada peristiwa itu, ratusan korban dikabarkan meninggal dunia dan lainnya masih dalam perawatan. (*)

Foto : ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

Sumber Berita : Antara Editor : Safitri
#Sepak Bola #Tragedi Kanjuruhan