Dua korban meninggal tersebut bernama Faiqotul Hikmah, 22, asal Pakem, Kecamatan Sumbersari, serta Nauval Putra Aulia, 19, pemuda asal Lamparan, Wirolegi, Sumbersari. Sedangkan korban kritis, hingga kini identitasnya belum diketahui.
Nur Laila, kakak mendiang Faiqotul, mengatakan, pihak keluarga mendapatkan kabar dari teman korban sekitar pukul 23.00, ketika kerusuhan suporter tengah berlangsung. "Faiqotul meninggal di stadion," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Minggu (2/10).
BACA JUGA: Tragedi Kanjuruhan, 127 Orang Meninggal Dunia, 2 Diantaranya Anggota Polri
Menurut dia, ambulans yang mengantarkan jenazah adiknya tiba di rumah duka, Minggu (2/09) pagi sekitar pukul 07.30. Kontan, ambulans tersebut disambut isak tangis dari keluarga korban. Jenazah dibawa ke ruang tamu untuk dibacakan doa. "Kemudian, jenazahnya kami mandikan," ujar Laila.
Laila mengaku, adiknya memang menyukai klub sepak bola Arema sejak masih duduk di bangku SMK. Bahkan, adiknya sering berangkat ke Malang ketika klub Arema mengadakan pertandingan. "Tidak cuma suka Arema, adik saya juga sering nonton Persid Jember," tambahnya.
Ketika hendak berangkat ke Malang, Laila mengungkapkan, korban dijemput oleh ketiga temannya menggunakan dua sepeda motor. Bahkan, korban sempat meminta dibuatkan nasi bungkus kepada kakaknya untuk bekal perjalanan. "Mereka datang sekaligus minta izin kepada ibu," pungkasnya. (*)
Reporter: Faqih Humaini
Foto : Faqih Humaini
Editor : Mahrus Sholih
Catatan Redaksi: Berita ini telah disunting ulang. Sebelumnya, tertulis dua warga Jember menjadi korban. Satu meninggal dan satu lagi kritis. Setelah koreksi, dua orang meninggal dan satu lainnya kritis. Terimakasih. Editor : Maulana Ijal