JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kejanggalan kematian Putri Pujiarti, mahasiswi D3 Kesekretariatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB Unej), akhirnya menemui titik terang. Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengumumkan hasil autopsi atas kasus tersebut dalam konferensi pers, pagi tadi (28/9).
Awalnya, kematian Putri dianggap tidak wajar. Karena sebelum meninggal, dia sempat bertemu dengan teman prianya. Polisi yang mendapat informasi itu segera menyelidiki penyebab kematian perempuan asal Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Jember, tersebut. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, termasuk teman dan pria yang sempat bertemu dengan korban.
Kini, serangkaian penyelidikan itu mengerucut. Menurut Hery Purnomo, penyebab kematian korban adalah karena suatu penyakit. Dan sama sekali bukan kasus pembunuhan.
BACA JUGA: Hasil Labfor Keluar, Penyebab Kematian Mahasiswi Unej Segera Diumumkan
“Setelah kami visum luar, tidak ditemukan adanya kekerasan atau penganiayaan. Kemudian, kami melakukan autopsi, dari pihak rumah sakit menyatakan bahwa kematian korban adalah wajar karena penyakit,” ungkapnya.
Pemeriksaan itu, kata dia, dilakukan dengan didampingi orang tua korban. Dokter yang bertugas pun menyatakan hal yang sama. Kematian Putri murni karena penyakit. Hal tersebut disampaikan setelah melakukan visum, autopsi dan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan patologi anatomi dan toksikologi forensik.
“Kami melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan adanya kelainan secara mikroskopis, sehingga dapat memastikan adanya suatu kondisi yang mungkin berperan dalam kematian. Juga untuk mengetahui ada atau tidaknya zat asing yang menyebabkan kematiannya,” ucap Muhammad Afif Jauhani, Dokter Forensic Medicolegal RSD dr Soebandi Jember. (*)
Foto : Dwi Sugesti Mega
Editor : Mahrus Sholih
Editor : Maulana Ijal