Sejauh ini, tidak ada pihak yang mengetahui jelas penyebab kematian Putri. Meski hasil visum dan otopsi menyebut ada riwayat penyakit asma yang diderita Putri, namun dugaan tersebut masih bersifat sementara. Semuanya akan jelas melalui hasil uji Labfor Polda Jatim dan hasil uji patologi anatomi dari RSD dr Soebandi Jember. Keduanya, dikabarkan telah keluar dan tinggal menunggu diumumkan secara resmi oleh Polres Jember.
BACA JUGA: Mahasiswi Unej Meninggal, Polisi Periksa 7 Saksi dan Teman Pria Korban
Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Bagus Dwi Setiawan mengatakan, hasil uji labfor telah turun. "Untuk yang kematian mahasiswi, ini hasil labfor sudah turun. Nanti hari Senin (pekan depan, Red) kemungkinan konferensi pers bersama kapolres," katanya, Senin (26/9).
Berkas patologi anatomi dari RSD dr Soebandi yang mendiagnosis riwayat penyakit Putri, juga telah turun. Hal ini akan mendeteksi penyakit yang diderita Putri sebelumnya. "Untuk yang PA (patologi anatomi, Red), tim dari rekan-rekan kami yang ambil ke RS Soebandi," urainya.
Sebagai informasi, mahasiswi yang tinggal di salah satu pondok pesantren kawasan kota Jember itu diketahui meninggal setelah bertemu dengan pria yang diduga pacarnya. Keduanya sempat berjumpa di masjid kawasan kampus Unej. Kemudian, keliling ke beberapa lokasi di Jember.
BACA JUGA: Tak Ada Indikasi Penganiayaan terhadap Kematian Mahasiswi Unej
Entah apa penyebabnya, Putri selanjutnya tertidur seperti pingsan saat berada di kendaraan milik pria tersebut. Tak lama setelah itu, Putri dinyatakan meninggal sebelum sampai di Unej Medical Center.
Pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengusut kematian tersebut. Namun hingga kini, polisi tidak menetapkan tersangka atas kasus itu. Sebab, tidak ditemukan unsur penganiayaan pada peristiwa tersebut. (*)
Reporter: Ahmad Ma’mun
Foto : Ahmad Ma’mun
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal